oleh

Ini Sejumlah Kisah Lucu Dari Suku Samin Blora yang Dianggap Konyol

PENANEGERI, Budaya – Suku Samin yang berada di daerah Blora Jawa Tengah memiliki keluguan serta sifat jujur yang kerap sekali disalah pahami oleh masyarakat umum.

Tak jarang warga Samin juga dikenal sebagai orang yang sinting bahkan juga bodoh. Padahal sebenarnya sikap maupun ucapan yang ada ini adalah sebuah sikap yang sangat jujur namun masih cenderung naif.

Di dalam suku ini ternyata menyimpan banyak sekali kisah nyata dan bahkan juga sudah beredar di seluruh masyarakat yang ada di sekitaran Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Banyak orang yang mengeksploitasi sifat warga samin yang begitu lugu dan juga jujur.

Dirangkum Penanegeri.com dari sejumlah sumber, berikut kisah nyata kebiasaan warga samin yang dianggap konyol.

Tidak Mau Membayar Pajak Pada Pemerintah

Dahulunya para pihak penjajah Belanda rutin menagih pajak kepada masyarakat Indonesia termasuk warga Samin. Namun ternyata orang Samin lebih cerdas dan ternyata bisa melawan membayar pajak tanpa menggunakan kekerasan.

Singkat cerita ketika penagih pajak datang warga samin langsung masuk ke rumahnya dengan membawa sekantung uang dan cangkul dan menanam uang tersebut di tanah tepat di hadapan penagih pajak Belanda.

Menurut warga samin bumi adalah pemberian Tuhan. Dan mereka berhak untuk menanam di tanah serta mengambil hasil bumi yang berasal dari tanah. Bagi mereka tidak perlu bayar pajak pada pemerintah dan justru malah harus membayar pajak ke tanah.

Selalu Berjalan Kaki Meski Jarak yang Ditempuh Jauh

Kebiasaan orang samin dimasa lalu pada saat sedang bepergian adalah memilih untuk berjalan kaki. Bahkan mereka tidak menghiraukan jarak yang akan ditempuh.

Sebuah kisah nyata dari seorang warga Samin, di Blora yang hendak menuju ke Kabupaten Rembang. Jarak Blora dan Rembang pastinya tidaklah dekat jika harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Pada saat berada di Jalan rata ada kondektur bus yang menawarkannya untuk naik bus menuju ke Rembang dan kemudian warga Samin tersebut mengiyakan dan segera naik. Selang beberapa waktu kondektur bus datang dan meminta warga Samin membayar ongkos untuk naik bus menuju Rembang. Namun justru tidak mau membayar dan berkata bahwa kondektur yang sudah menawari warga Samin untuk naik bus.

Karena tidak mau membayar akhirnya dia diturunkan, namun ada orang yang mau membayarkannya namun ia tetap menolak dan memilih untuk berjalan kaki. Menurutnya berjalan kaki itu lebih nyaman sebab tidak ada orang yang mengajaknya berantem.

Mencintai Lingkungannya

Warga Samin memang sudah dikenal sebagai orang yang memiliki kepribadian cinta terhadap lingkungan. Bahkan pada saat akan menebang pohon mereka hanya mau pada pohon yang ditanamnya saja.

Pada  saat Belanda menangkap salah satu warga Samin serta memenjarakannya pada saat itu tengah kedapatan sedang menebang pohon jati yang mana akan digunakan untuk membuat rumah.

Kemudian salah seorang warga Samin datang menuju ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Ia meminta agar presiden melakukan pembenaran bahwa pohon jati yang ditanam sendiri berhak untuk ditebang dan juga dijadikan bahan dalam membuat rumah, Presiden Soekarno dikala itu pun menjawab iya kemudian warga Samin pulang sambil serta membawa serta foto Bung Karno, kemudian meminta agar warga samin yang dipenjara segera terbebas.

Hingga saat ini cerita nyata dan juga pengalaman yang dialami oleh orang Samin tersebut masih juga ada. Sikap yang ditunjukkan menggambarkan sebuah cerita yang mana warga samin tetap menjaga konsistensinya pada ucapan yang telah keluar dari mulutnya yang mana sesuai dengan tindakannya.

Komentar

Berita Terbaru