oleh

Ini Tanggapan Presiden UEFA Terkait Isu Pelanggaran HAM Terhadap Pekerja Asal Korut

PENANEGERI, Sepakbola – Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengklaim bahwa ia tidak mengetahui adanya kekhawatiran terhadap pekerja asal Korea Utara yang diduga menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) saat bekerja di tempat untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2018 mendatang, seperti yang diberitakan BBC, Minggu (4/6).

Asosiasi sepak bola Swedia, Denmark, Norwegia dan Islandia telah melaporkan keprihatinan tersebut dan dalam sebuah tanggapan yang konon ditulis oleh Gianni Infantino dan diterbitkan oleh beberapa media pekan lalu, dimana presiden FIFA tersebut mengaku terkejut terkait kondisi para pekerja asal Korea Utara yang ditempatkan di Zenit Arena di St Petersburg.

Korespondensi tersebut juga mengungkapkan bahwa komite pemantau FIFA menemukan bukti kuat untuk kehadiran pekerja asal Korea Utara di lokasi tersebut pada bulan November, namun pemeriksaan lebih lanjut pada bulan Maret tidak ada lagi pekerja asal Korea Utara di lokasi tersebut.

Ceferin yang merupakan ketua panitia penyelenggara untuk kompetisi FIFA mengutuk dugaan dari temuan itu dan merasa kecewa karena dia belum mendapat informasi mengenai situasi sebenarnya sebelum FIFA membuat pernyataan publik.

Baca Juga  Luis Figo Diangkat Sebagai Penasehat UEFA

“Yang mengganggu saya adalah kita hanya bisa membacanya di media, informasi tentang kebocoran di media sebelum kita mengetahui hal itu,” sesal Ceferin seperti dilansir BBC, Minggu (4/6).

Caferin menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui tentang pemeriksaan, dirinya tidak tahu apa-apa tentang surat dan ini pertama kali ia mengetahuinya dari media, jadi rasanya cukup aneh. Badan olahraga FIFA adalah konfederasi terbesar, jadi seharusnya ada informasi lebih dulu melalui kami.

“Kejadian tersebut menjadi diskusi besar di Komite Eksekutif kami, karena anggota Komite Eksekutif UEFA dan terutama anggota dewan merasa tidak puas, itu semua karena kami tidak mendapatkan informasi lebih cepat,” tambahnya.

Jadi, sambung Caferin, sulit untuk memutuskan apapun jika anda mendapatkan informasi lebih lambat sebelum dewan, atau anda hanya bisa membaca beberapa fakta di media.

“Tapi tentu saja kita harus mengutuknya jika itu terjadi, dan masalah semacam itu harus segera diselesaikan. Namun sayangnya itu adalah bagian dari surat Gianni Infantino yang saya baca di media,” sambungnya.

Baca Juga  UEFA Selidiki Penyerangan Fans Celtic Terhadap Mbappe

Menurutnya, Ini bukan kritik terhadap Presiden FIFA, ini adalah kritik terhadap sebuah organisasi yang merupakan badan sepakbola dunia yang tidak memberi kami informasi penting.

“Saya bisa mengerti bahwa mereka ingin menyelesaikan masalah sebelum diketahui konfederasi. Tapi kita pasti ditanya oleh media tentang apa yang sedang terjadi, dan kita tidak tahu apa-apa. Jadi pada dasarnya saya ingin ada komunikasi aktif antara FIFA dan UEFA, hal ini untuk menghindari tanggapan buruk dari publik juga,” Pungkas Caferin mengakhiri pernyataannya.

Komentar

Berita Terbaru