oleh

Intens Lakukan Sosialisasi, Pelanggar Syariat Islam di Aceh Tamiang Menurun

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Pelanggar Qanun Aceh Nomor 06/2014 tentang Hukum Jinayat khususnya kasus maisir/judi dan khamar di Aceh Tamiang menurun 19,6 persen dari tahun sebelumnya. Dimana, pada tahun 2016 tercatat 102 pelanggar sedangkan di tahun ini hanya 82 pelanggar Syariat Islam.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Tamiang, Syaiful Umar kepada awak media usai pelaksanaan hukuman cambuk di halaman depan Gedung Islamic Center setempat, Rabu (6/12) mengatakan, penurunan angka pelanggar Syariat Islam menandakan masyarakat semakin sadar dan mawas diri untuk menghindari seluruh pelanggaran Syariat Islam yang diberlakukan di bumi serambi mekah, Aceh ini.

“Tahun 2017 kita mengeksekusi sebanyak empat kali dengan jumlah terhukum sebanyak 82 orang. Jika dibandingkan tahun 2016 pelanggaran Syariat Islam turun sekitar 20 persen,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Syaiful, pihaknya juga terus intens melakukan sosialisasi Qanun Jinayat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan menekan angka pelaku yang di eksekusi cambuk.

“Aturan Syariat Islam memang seharusnya dipatuhi oleh siapapun. DSI merasa bangga karena masyarakat khususnya di Aceh Tamiang sudah lebih menyadari dan semakin sadar, dengan Qanun Jinayat yang terus aktif kami sosialisasikan,” ujarnya seraya menambahkan, terpidana hukuman cambuk masih didominasi kasus judi dan miras, namun lokasinya dari perkotaan bergeser ke pelosok desa.

Baca Juga  Polres Aceh Tamiang Gulung 4 Tersangka Narkoba

30 Terpidana

Dijelaskannya, jumlah terhukum Uqubat cambuk di Bumi Muda Sedia pada pengujung tahun 2017 sejumlah 30 orang. Mereka rata-rata terlibat kasus maisir dan khamar sehingga diganjar hukuman cambuk di depan umum masing-masing sebanyak 7 hingga 26 kali cambukan.

“Prosesi hukuman cambuk dengan 30 orang terpidana merupakan eksekusi yang terakhir di tahun 2017 ini,” terang Syaiful.

Terlaksananya hukuman cambuk ini semata-mata untuk menerapkan Qanun Aceh Nomor 06/2014 agar pelanggar Syariat kedepannya mau menyadari agar bersama-sama membangun daerahnya bebas dari pelanggaran Syariat Islam.

Kajari Aceh Tamiang, Irwinsyah, SH diwakili Kasi Pidum Yusnar Yusuf, SH mengatakan, terhadap 30 orang terhukum yang baru saja dicambuk seluruhnya laki-laki berperkara maisir dan khamar, tidak ada terlibat kasus khalwat dan mesum.

Jumlah terpidana yang perkaranya sudah inkrah dari Pengadilan Mahkamah Syariah dan sudah di eksekusi cambuk pada tahun 2017 sebanyak 82 orang. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya 2016 yang mencapai 102 orang.

Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang selaku eksekutor dalam setahun hanya bisa empat kali melakukan eksekusi cambuk dikarenakan minimnya anggaran.

Baca Juga  Terbukti Miliki Sabu, Warga Kota Lintang Diciduk Petugas

“Ini eksekusi terakhir dengan terhukum 30 orang. Pada tahun 2017 ada empat kali eksekusi cambuk dengan jumlah terhukum totalnya 82 orang,” ujarnya sembari menyatakan, idealnya dalam setahun enam kali eksekusi, tapi karena keterbatasan anggaran kita padatkan menjadi empat kali eksekusi.

Sebelumya, Bupati Hamdan Sati diwakili Assisten I Riyanto Waris menyampaikan kepada semua pihak untuk merenungkan kembali pelanggaran Syariat Islam yang pernah dilakukan. Di tahun 2018 pihaknya berharap pelangaran Syariat dapat ditekan sekecil mungkin khususnya masalah judi, miras dan mesum.

Pihaknya juga mengimbau, kepada generasi muda khususnya di Aceh Tamiang selain menghindari pelanggaran Syariat Islam, jangan sampai terjerumus pengaruh narkoba karena bisa dipastikan negara ini akan hancur bila generasi muda kita terjebak dalam lingkaran narkoba.

Amatan Penanegeri.com dilapangan, prosesi hukuman cambuk kali ini sepi dari pengunjung. Selama eksekusi cambuk berlangsung hanya didominasi pengunjung dari anak sekolah saja yang menyaksikan dari tenda depan, sedangkan dari kalangan masyarakat umum tidak banyak yang hadir membuat suasana lebih lengang.

Komentar

Berita Terbaru