oleh

Iran Kirim Armada Kapal ke Oman, di tengah Perselisihan di Teluk Arab

PENANEGERI, Desk Internasional- Iran mengirim armada kapal  ke Oman di tengah perselisihan Teluk Arab yang dipicu pemboikotan rombongan negara Arab terhadap Qatar.

Armada kapal akan berangkat ke Oman sebelum memulai misi di perairan internasional dekat Yaman, kata angkatan laut negara tersebut.

Iran mengirim dua kapal perang ke Oman sebelum memulai misi mereka di perairan internasional di dekat pantai Yaman, kata angkatan laut negara tersebut.

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa kedua kapal tersebut, kapal perusak Alborz dan kapal perang logistik Bushehr, akan berangkat dari kota pelabuhan Bandar Abbas pada hari Minggu untuk misi luar negeri ke Oman dan kemudian ke perairan internasional.

“Armada kapal angkatan laut Iran akan berangkat ke Oman pada hari Minggu dan kemudian akan pergi ke utara Samudra Hindia dan Teluk Aden,” kata badan tersebut mengutip angkatan laut tersebut.

Teluk Aden, yang terletak di antara Tanduk Afrika dan ujung selatan Jazirah Arab, adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Samudera Hindia dengan Laut Merah dan Terusan Suez.

Baca Juga  ISIS Teror Iran

Angkatan Laut Iran telah mengirim armada misi ke Oman, laporan media lokal, dan akan memasuki perairan internasional.

Pada hari Minggu (11/6), armada ke-47, yang terdiri dari perusak Alborz dan kapal perang logistik Bushehr, berlayar dari kota pelabuhan selatan Bandar Abbas setelah sebuah upacara yang dihadiri oleh komandan angkatan laut Laksamana Muda Habibollah Sayyari, lapor kantor berita Tasnim News.

 Dari Oman, kapal-kapal tersebut akan menuju Teluk Aden dan perairan internasional di sebelah utara Samudera Hindia.

Pada saat yang sama, armada ke-46, yang terdiri dari kapal perusak Sabalan dan kapal perang logistik Lavan, akan kembali ke Iran pada hari Minggu setelah menyelesaikan misi dua bulan untuk mengamankan rute angkatan laut dan melindungi kapal dagang dan kapal tanker minyak di Teluk Aden.

Angkatan Laut Iran telah melakukan patroli di wilayah tersebut sejak November 2008 sebagai bagian dari upaya anti-pembajakan internasional.

“Kami dapat mengawal lebih dari 4.000 kapal tanker minyak dan kapal kargo ke daerah aman tanpa ada gangguan dalam rencana kami untuk ekspor dan impor minyak dan non-migran,” kata Admiral Sayyari kepada kantor berita Fars News Agency pada hari Minggu (11/6).

Baca Juga  Kepala Badan Atom PBB : Iran Laksanakan Komitmen Terkait Nuklir

Teluk Aden, yang terletak di antara Semenaanjung Afrika dan ujung selatan Jazirah Arab, merupakan perairan yang rawan keamanan.

Konflik yang sedang berlangsung di Yaman antara pemerintah yang didukung Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran telah menyebabkan sejumlah kapal di daerah tersebut diserang.

Sementara itu, perompak di Somalia telah memanfaatkan kekacauan tersebut untuk meluncurkan serangan terhadap kapal dagang yang melewati daerah tersebut, salah satu rute pelayaran tersibuk untuk minyak di dunia.

 

Langkah tersebut dilakukan di tengah krisis di Teluk setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar karena qatar dituding mendukung “ekstremisme”. Qatar membantah keras tudingan tersebut. (*)

Komentar

Berita Terbaru