oleh

Irjen Pol Arman Depari : Operasi Pemberantasan Narkoba Terus Berjalan

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan di daerah Aceh sampai saat ini masih berjalan. Dengan penindakan secara maksimal maka para penjahat dan sindikat yang terorganisir melaksanakan kejahatan peredaran narkoba bisa terhenti.

Demikian disampaikan Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari saat menggelar konfrensi pers di Kantor BNNK Aceh Tamiang, Jumat (12/1) siang, terkait penangkapan Narkotika jenis sabu sejumlah 40,23 kg di wilayah Aceh Timur.

Selama ini, sambung Arman Depari, penyelundupan narkoba khususnya sabu-sabu 80 persen menggunakan transportasi jalur laut. Aceh merupakan salah satu pintu masuk penyelundupan narkoba di Indonesia dan menjadi daerah fokus pemberantasan narkoba bagi BNN.

“Pintu masuk narkoba bukan hanya Aceh, tapi pantai timur Sumatera sampai Kepulauan Riau (Kepri), Kalimantan dan Lampung juga menjadi pintu masuk yang rawan penyelundupan narkoba,” bebernya.

Arman Depari manambahkan, di laut ada unsur petugas lain yang diharapkan tidak hanya mengamankan kekayaan laut kita, tapi ikut mengawasi kejahatan serius terutama penyelundupan narkoba di Indonesia.

Baca Juga  BNN Pernah Temukan Ada Ruang Sekretaris di Sel Mewah Bandar Narkoba

“Peredaran narkoba masih sangat marak, ini menjadi konsen kita bersama instansi lain sehingga bisa sinergi dan bekerjasama mencegah masuknya kejahatan narkoba,” harapnya.

Pemberantasan Narkoba

Lebih lanjut Arman Depari berpendapat, meski lokasi tempat kejadian perkaran (TKP) penemuan 40 kg sabu-sabu bukan di wilayah Aceh Tamiang, namun pihaknya sengaja menggelar konfrensi pers di Aceh Tamiang. Karena Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang rawan penyelundupan narkoba dipesisirnya. Selain itu jalur lintas darat yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara perlu mendapat perhatian semua pihak.

“Kita mewarning bagi masyarakat untuk terus antisipasi mencegah anak-anak kita dan mampu membentengi diri agar tidak menjadi korban penyalagunaan narkoba yang sudah meracuni generasi muda kita,” himbaunya.

Saat ini pihak BNN RI tengah melakukan pengejaran terhadap sejumlah tersangka lain yang merupakan pemilik atau bandar sabu yang mengendalikan empat orang tersangka tersebut.

“Salah satu pelaku masih DPO atas nama Dek Bat. Ia merupakan pengendali ke empat tersangka yang kita tangkap di Aceh Timur,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru