oleh

Irma : Jalan Elak Aceh Tamiang Optimis Selesai

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Proyek pembangunan jalan elak meliputi Desa Medang Ara, Sekrak dan Sei Liput yang selama beberapa tahun terakhir terbengkalai tidak dilanjutkan lagi oleh pihak provinsi. Kini kembali diperjuangkan oleh Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang.

Saat ini Kabupaten yang menjadi pintu gerbang Aceh itu hanya memiliki satu jalan lintas untuk menampung arus kendaraan dari segala penjuru. Sedangkan, mobilitas penduduk Aceh Tamiang semakin bertambah sehingga berdampak seringnya terjadi kemacetan di area perkotaan. Terlebih, di saat rambu lalu lintas/traffic light padam, tentunya rawan terjadi kecelakaan terutama dititik Simpang Kelana cukup menyulitkan sekaligus membahayakan pengendara yang melintas dari arah Medan menuju Kota Langsa akibat tikungan terlalu patah.

Sekretaris Komisi D, Irma Suryani, SST, M.Kes dalam kegiatan konsultasi Komisi D DPRK Aceh Tamiang ke Kantor Dinas Bina Marga Provinsi Aceh dalam pernyataan tertulisnya kepada Penanegeri.com, Kamis (6/4) mengatakan, kelanjutan program jalan elak harus cepat direalisasikan di Aceh Tamiang mengingat manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat sangat besar terutama pertumbuhan ekonomi. Disamping itu, pertumbuhan dan penyebaran penduduk akan lebih merata.

Baca Juga  Cegah Kepunahan, 93 Tukik Penyu Hijau Dilepasliarkan di Pantai Pusong Cium

Adapun dewan dari Komisi D yang melakukan konsultasi ke Dinas Bina Marga provinsi terdiri atas Saiful Bahri, SH (Ketua), Irma Suryani, SST. M.Kes (Sekretaris) dan Salbiah, S.Pd.I (anggota) serta didampingi dua pejabat Dinas PU Aceh Tamiang dari Bidang Bina Program, Aidil dan Azil. Mereka diterima oleh Sekretaris Dinas Bina Marga, Ir Bakkaudin, M.Si.

Pertemuan dengan pihak Bina Marga provinsi, sambung Irma, untuk membahas lebih serius terkait pembangunan proyek jalan elak di Aceh Tamiang. Proyek tersebut mendesak untuk dilanjutkan karena sudah ada perencanaan awal. Terlebih abutment untuk jembatan penyeberangan sudah dibangun tinggal dilanjutkan. Disisi lain, selama ini seluruh kendaraan baik pribadi maupun truk angkutan barang dan kendaraan lainnya selalu melintas di jantung Kota Kuala Simpang, sehingga membuat wajah kota itu semakin semerawut dan diselimuti debu jalan.

“Kami dari Komisi D berharap, bahwa program yang sudah diakomodir nanti agar proses pelaksanaannya tidak terlalu banyak tahap penyelesaian ditingkat provinsi, mengingat kondisi alam dan lamanya waktu dapat merusak pengerjaan tahap awal,” harapnya.

Baca Juga  Sejumlah Elemen Sipil Akan Menggelar Nobar Film G30S/PKI di Aceh Tamiang

Politisi NasDem ini mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Bina Marga Provinsi Aceh menyatakan kepada Komisi D, jika pembebasan lahan seluruhnya sudah selesai dan Detail Engenering Desain (DED) sudah ada, pihak eksekutif Aceh Tamiang harus mempersiapkan perencanaan dan mendiskusikan dengan pihak legislatif agar program jalan elak tersebut bisa diusulkan di APBA atau APBN.

Komisi D DPRK Aceh Tamiang juga menyampaikan, pembangunan jalan elak meiputi tiga desa dari Desa Medang Ara, Sekrak dan Sei Liput dan menembus tiga kecamatan Karang Baru, Sekrak dan Kejuruan Muda sepanjang 19 km sampai saat ini belum selesai dikerjakan. Oleh sebab itu, Komisi D ingin menjemput anggaran agar program jalan elak bisa diakomodir.

Informasi yang di peroleh Penanegeri.com, dari sepanjang 19 km jalan elak, baru 14 km lahan yang sudah di bebaskan. Sedangkan sisanya akan diselesaikan di tahun 2017. Namun saat ini kondisi jalan elak sudah menjadi semak belukar. Jika lahan yang sudah di bebaskan itu tidak segera dibangun maka akan menjadi hutan kembali.

Komentar

Berita Terbaru