oleh

Irma Suryani Serap Aspirasi di Desa yang Termarginal

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Irma Suryani, SST, M.Kes, anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) melakukan kegiatan reses di Desa Bukit Panjang 1, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, yang dipusatkan di pelataran SD Swasta Bukit Panjang 1, Selasa (6/3).

Ratusan warga dari dua desa yakni Bukit Panjang 1 dan Desa Seunebok Baru turut menghadiri kegiatan reses itu guna menyampaikan aspirasi mereka kepada salah seorang wakil rakyatnya.

Kepada Irma Suryani, warga disana menaruh harapan besar terkait sentuhan pembangunan infrastruktur di desa mereka yang selama ini termarginalkan.

Meski letak desa dipinggir lintasan jalan negara, namun akses jalan utama menuju ke Desa Seunebok Baru-Bukit Panjang 1 masih berdebu dimusim panas dan berlumpur dipenghujan. Pasalnya, sejak dari zaman belum merdeka hingga sekarang kedua desa tersebut selalu tertinggal dari segi pembangunan fasilitas umum seperti sarana jalan dan sektor pertanian.

Namun Irma Suryani telah membawa harapan baru bagi mereka yang terpinggirkan. Sekretaris Komisi D DPRK Aceh Tamiang ini menitipkan program aspirasi dewan berupa pengerasan badan jalan utama di dua desa itu sekaligus.

Datok Penghulu (Kades) Bukit Panjang 1, Nurifani, S.Pd mengatakan, baru sekali ini desanya menjadi tujuan reses anggota dewan. Ditahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada pejabat maupunh anggota dewan yang datang, konon lagi membwa program pembangunan.

Baca Juga  Irma : Jalan Elak Aceh Tamiang Optimis Selesai

“Mudah-mudahan kedatangan anggota dewan bu Irma Suryani membawa pencerahan bagi kemajuan desa Bukit Panjang 1 dan sekaligus warganya. Kami ingin program pembangunan di desa kami bisa ibu tindak lanjuti sesuai yang kami harapan,” ujar bu datok itu.

Irma Suryani

Menurutnya, yang dibutuhkan warganya saat ini yaitu pembangunan jalan usaha tani (JUT) untuk mengeluarkan hasil produksi padi dan penegerian SD Swasta Bukit Panjang 1, yang asal usulnya merupakan sekolah milik perusahaan perkebunan PTPN 1. Jika dalam waktu dekat tidak bisa menjadi sekolah negeri, maka SD Swasta Bukit Panjang 1 terancam ditutup.

“Dampaknya kalau sekolah ini belum negeri, guru PNS yang mengajar disini semua akan ditarik, dan sekolah bakal tutup, karena tidak ada pengajar,” beber Fani.

Sekretaris Desa Bukit Panjang 1, Supriadi, S.Pd juga menyampaikan sejumlah priorotas pembangunan diantaranya, pengerasan jalan utama yang hampir terealisasi dan pembangunan waduk untuk pengairan di sawah. Selama ini petani yang bersawah di Bukit Panjang 1 kerap kesulitan mendapatkan air jika tiba musim kemarau. Petani hanya mengandalkan air hujan baru bisa becocok tanam.

Baca Juga  Anggota Komisi IX DPR Sesalkan Pernyataan Menteri Kesehatan Soal Cacing pada Ikan Makarel

“Pembangunan waduk sangat prioritas bagi kami, untuk membantu kesejahteraan petani agar dalam setahun bisa tiga kali menanam padi,” ujarnya.

Menurutnya, sejak ada dana ADD, Desa Bukit Panjang 1 yang berdiri di areal perkebunan secara perlahan mulai terbangun. Kendati demikian pihaknya sangat membutuhkan perhatian wakil rakyat untuk memperjuangkan anggaran yang lebih besar lagi untuk membangun sarana dan prasarana di desa yang selama ini jauh tertinggal dengan dalih desa milik perkebunan.

“Kita tidak mau pembangunan di desa ini terhambat hanya gara-gara HGU PTP. Karena omong kosong desa di kebun tidak boleh dibangun infrastruktur. Jangan dibedakan desa HGU dan desa lainnya. Buktinya sejak ada ADD, hari ini apa yang kita mau bangun bisa dilakukan dan pihak perusahaan tidak keberatan,” ungkapnya.

Sementara, kepala Dusun Asahan, Desa Seunebok Baru, Suprapto yang mewakili warganya menyampaikan sangat setuju terhadap skala prioritas pembangunan, seperti akses jalan dan bidang pertanian. Sebab, dua akses jalan poros masuk Desa Seunebok Baru kondisinya sangat memprihatinkan.

Irma Suryani

Usulan selalu kandas meski berulang kali disampaikan dalam Musrenbang Kecamatan untuk di aspal hingga menjadi tumpukan berkas di Dinas PU.

Baca Juga  Menjelang Ramadhan Irma Suryani Bagikan Ratusan Kain Sarung

“Dari zaman Belanda jalan di desa kami tidak pernah dibangun oleh pemerintah, apalagi tersentuh aspal,” cetus Suprapto dalam kegiatan reses Irma Suryani tersebut.

Pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan reses Irma Suryani dewan asal Dapil 2 tersebut. Menurutnya Irma Suryani tidak sekadar reses menampung aspirasi, namun sudah membawa program nyata yang sebentar lagi bisa dinikmati warga.

Irma Suryani, SST, M.Kes, usai reses, kepada Penanegeri.com mengatakan, sangat banyak aspirasi dan keluh kesah warga yang selama ini tidak terakomodir bisa kita serap dari kegiatan reses dewan. Untuk itu pihaknya akan berupaya memperjuangkan aspirasi warga dan konsituennya untuk dapat direalisasikan sesuai porsi anggaran yang tersedia pada APBK.

Dihadapan warga, Irma Suryani berjanji akan menitipkan program aspirasinya senilai Rp 400 juta untuk desa Seunebok Baru dan Bukit Panjang 1.

“Pengerasan ruas jalan di dua titik meliputi dua desa sepajang lebih dari 500 meter dan tahun ini juga akan dikerjakan,” tuturnya.

Politisi NasDem ini juga menampung aspirasi warga dari kaum ibu-ibu yakni, pengadaan baju traening olahraga senam dan baju seragam wirid. Selain itu warga minta renovasi rumah ibadah, pembuatan pintu air disawah hingga sarana olah raga untuk pemuda.

Komentar

Berita Terbaru