oleh

Irwandi Ingatkan Perusahaan di Aceh Tamiang Tak Lalai Pajak dan CSR

-Aceh-22 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Gubernur Aceh drh H Irwandi Yusuf, M.Sc menerima sejumlah laporan terkait banyaknya perusahaan yang beroperasi di Aceh Tamiang sering lalai membayar pajak. Hal itu menyebabkan minimnya pemasukan daerah dari sektor pajak. Disamping itu pihak perusahaan juga sering mengabaikan kewajiban CSR dilingkungannya beroperasi.

“Padahal dana CSR itu wajib, kita bukan pengemis dana itu, tapi karena dia (perusahaan) diberi konsensus lahan beroperasi di Aceh maka harus ada program tanggungjawab sosial perusahaan. Saya pernah mengutus intelijen ekonomi dari provinsi ke Aceh Tamiang untuk menelusuri perusaahaan yang tidak taat pajak dan CSR itu,” demikian disampaikan Irwandi Yusuf dalam sambutannya usai melantik Mursil – T Insyafuddin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang periode 2017-2022, di ruang sidang utama DPRK Aceh Tamiang, Jumat (29/12).

Menurut Irwandi, sejumlah perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Aceh Tamiang baik BUMN maupun Swasta selama ini dinilai lupa membayar pajak kepada daerah. Padahal, dari pendapatan dan keuntungan perusahaan cukup besar, namun kurang sekali kesadaran mereka menyetorkan pajaknya.

Baca Juga  Ketua SSB Indonesia Muda Optimis Cetak Bibit Unggul

“Kami mencatat sedikitnya ada 21 perusahaan besar yang mengembangkan usaha perkebunan diwilayah ini, terutama sawit dan karet, tapi mereka sering mengabaikan untuk membayar pajak, bahkan ada yang tidak mengalokasikan dana corporate sosial responsibility (CSR) mereka,” tambahnya.

Irwandi yang kerap disapa Tgk Agam itu menegaskan, terhadap perusahaan yang tidak taat dan selalu mengabaikan CSR serta pajak, maka akan dikenakan pinalti dengan sanksi penyitaan aset-aset perusahaan.

Kendati demikian, Tgk Agam meminta pemerintah daerah wajib memberi kemudahan-kemudahan kepada perusahaan. Pemkab Aceh Tamiang juga tidak perlu menutup investasi baru seperti rencana pembangunan industri pabrik semen dikawsan hulu jangan distop tapi harus dilanjutkan.

“Saya selaku Gubernur selalu wellcom kepada investor, silahkan berinvestasi apa saja di Aceh, tapi harus tetap penuhi kaedah-kaedah bisnis, lingkungan hidup, tata ruang dan lainnya. Lingkungan hidup adalah tempat dimana kita hidup. Jika lingkungan rusak maka kita juga tidak akan benar hidupnya,” tuturnya menyarankan.

Ketua DPP PNA ini juga menyinggung, geografis Aceh Tamiang yang kerap dilanda banjir tiap tahunnya karena hutan dipegunungan terus digerogoti pembalak liar. Maka dari itu, Irwandi akan tetap mempertahankan aturan Moratorium Loging baik yang memiliki izin apalagi yang illegal. Penegasan itu dilakukan agar hutan Aceh yang dikenal paling seksi dengan sebutan “karpet hijau” bisa terus bernafas “Ibarat janji Allah, kerusakan alam itu akibat ulah manusia,” sebutnya.

Baca Juga  Selain Aceh, Ada juga Negara yang Melarang Dirayakan Tahun Baru dengan Hura-hura

Kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru saja dilantik, Gubernur Aceh berpesan, dengan berbagai potensi yang dimiliki Aceh Tamiang hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal dengan menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan investasi. Pemerintah Aceh Tamiang diminta untuk terus berinovasi, agar letak strategis wilayah yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Utara dapat termanfaatkan dengan baik.

“Terus kembangkan sektor jasa dan perdagangan. Jangan berhenti menggali potensi kekayaan yang ada diwilayah ini,” pesan Irwandi.

Dan yang terpenting, lanjutnya, dalam mewujudkan pelayanan skala besar, selesaikanlah pembangunan berbagai fasilitas publik, seperti jalan dan jembatan terutama di pedalaman yang menghubungkan antara Aceh Tamiang dan wilayah lain,” tandasnya.

Pantauan Penanegeri.com, sejumlah tamu undangan yang terlambat datang terpaksa kecewa karena tidak diperkenankan masuk ke dalam sesuai Protap acara pelantikan tersebut. Meski demikian, acara pelantikan tetap berlangsung tertib dan lancar dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Komentar

Berita Terbaru