oleh

Ismail Haniya, Pemimpin Baru HAMAS Palestina

PENANEGERI, Desk Internasional- Ismail Haniya terpilih sebagai pemimpin baru biro politik HAMAS, menurut kantor berita gerakan Palestina tersebut, Sabtu (6/5).

HAMAS adalah singkatan dari ‘Harakat al-Muqāwama al-Islāmiyya’, yang berarti “Gerakan Perlawanan Islam” yang didirikan oleh para pejuang Palestina untuk melawan Zionis Israel. Kata Arab ‘hamas’ (حماس) berarti “keberanian” atau “semangat”.

“Dewan Shura HAMAS pada hari Sabtu (6/5) memilih Ismail Haniya sebagai kepala biro politik gerakan tersebut,” situs resmi kelompok tersebut mengumumkan.

Dia mengalahkan pesaing Moussa Abu Marzuk dan Mohamed Nazzal dalam sebuah resolusi konferensi suara anggota dewan yang berkuasa di Gaza, Tepi Barat dan di luar wilayah Palestina.

Ismail Haniya yang memiliki nama lengkap Ismail Abdel Salam Ahmed Haniyeh  sebelumnya adalah wakil kepala biro politik HAMAS, dan kini terpilih sebagai pemimpin baru biro politik HAMAS menggantikan Khaled Mashaal, yang telah mengumumkan pada tahun lalu bahwa Mashaal tidak akan mencalonkan diri lagi.

Ismail Haniyeh menjadi adalah pemimpin yang paling kuat dan dominan di Jalur Gaza sebagai basis HAMAS di Negara Palestina.

Baca Juga  Militer Israel Balas Serangan ke Jalur Gaza

Di dalam organisasi HAMAS, Haniya dianggap sosok yang sangat karismatik, pemimpin dengan kemampuan untuk memukau audiensi dengan pidato yang berapi-api, dan pemimpin yang menekankan pada cara hidup yang sederhana.

Terpilihnya Haniya sebagai pemimpin HAMAS secara resmi menggantikan Mashaal setelah 21 tahun memimpin HAMAS.

Ismail Haniya lahir di Gaza 29 Januari 1963.  Dia dipenjara beberapa kali oleh Israel selama Intifadah pertama, pada akhir 1980-an – dan kemudian dideportasi ke Lebanon.

Haniya menjadi terkenal pada tahun 2006, saat dia memimpin HAMAS untuk meraih kemenangan atas pemilihan mengejutkan atas Mahmoud Abbas, kepala Otorita Palestina. (*)

Komentar

Berita Terbaru