oleh

Israel Melarang Masuknya Wisatawan Indonesia

PENANEGERI, Internasional – Israel telah melarang masuknya wisatawan Indonesia ke wilayahnnya.

Pernyataan sebelumnya dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon mengatakan bahwa keputusan  ini dibuat negaranya agar membuat Indonesia membatalkan keputusan penundaan visa bagi warga Israel.

Keputusan Israel untuk melarang wisatawan Indonesia masuk ke wilayahnya itu merupakan aksi balasan setelah pemerintah Indonesia, pada pertengahan Mei lalu, melarang warga Israel mengunjungi Indonesia.

“Israel telah berupaya mengubah keputusan Indonesia. Namun, langkah yang kami lakukan tampaknya gagal. Hal itu mendorong kami melakukan tindakan balasan,” tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon, seperti dikutip media pelapor isu-isu Israel-Palestina, Middle East Monitor, Rabu (30/05).

Langkah Indonesia yang tidak membolehkan warga Israel memasuki wilayahnya, disebut sebagai bentuk protes atas tewasnya setidaknya 65 warga Palestina oleh tentara Israel, dalam aksi protes di Jalur Gaza, memperingati 70 tahun Nakba, 15 Mei lalu.

Nakba adalah peristiwa ketika hampir satu juta orang Palestina dipaksa mengungsi dan meninggalkan rumah mereka, ketika Israel mendeklarasikan kemerdekaannya.

Indonesia telah mengecam keras tindakan brutal Israel terhadap warga Palestina selama protes perbatasan baru-baru ini yang diadakan untuk menandai 70 tahun sejak Nakba, ketika hampir satu juta orang Palestina dipaksa keluar dari rumah mereka untuk membuka jalan bagi terciptanya negara Israel.

Tidak ada hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia, tetapi kedua negara mempertahankan hubungan ekonomi sehingga orang Israel dapat mengunjungi negara Asia menggunakan visa sementara atau bisnis.

Setiap tahun, puluhan ribu umat Muslim, termasuk kelompok-kelompok dari Indonesia, memasuki Israel untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsa, dengan visa khusus.

Pada 2015, Kementerian Ekonomi Israel melaporkan peningkatan perdagangan yang signifikan antara kedua negara, yang kemudian mencapai sekitar $ 500 juta setiap tahun. Ekspor utama Indonesia ke Israel termasuk bahan mentah seperti plastik, kayu, batu bara, tekstil dan minyak sawit.

Masyarakat Indonesia juga  sangat mendukung perjuangan rakyat Palestina. (*)

Komentar

Berita Terbaru