oleh

Jelang Ramadhan, Ormas dilarang Lakukan Aksi Sweeping

PENANEGERI, jakarta- Menjelang memasuki Bulan Ramadhan, pihak kepolisian meminta agar tidak ada ormas (organisasi massa) yang menggelar aksi sweeping pada saat bulan suci Ramadhan.

Karena jika ada aksi sweeping, dikhawatirkan akan menimbulkan suasana yang tidak kondusif di tengah kehidupan masyarakat, apalagi di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang majemuk dan beragam.

Di masa lalu, di tengah kehidupan masyakarat, setiap saat menjelang bulan suci Ramadhan memang selalu ada sejumlah ormas yang  kerap melakukan praktik aksi sweeping atau razia secara sepihak pada tempat-tempat yang mereka anggap menyebarkan kemaksiatan.

Tak segan di masa-masa yang lampau, mereka para ormas yang biasanya selalu datang secara berombongan ini lalu melakukan aksi sepihak main hakim sendiri seperti melakukan penutupan paksa dan juga pengrusakan.

Untuk itu, demi menjaga keamanan dan ketertiban menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini aparat kepolisian menyatakan akan menindak tegas apabila ada pihak yang melawan hukum pada saat bulan suci umat Islam.

Ini semua demi bertujuan menjaga rasa aman bagi setiap warga.

Baca Juga  Pembubaran Ormas HTI oleh Pemerintah

“Semuanya akan kita komunikasikan. Kalau ada perbuatan yang melawan hukum akan kita amankan, begitu saja prinsipnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono pada wartawan, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya, polisi akan berkomunikasi dengan seluruh ormas-ormas agar tidak melakukan sweeping. Bahkan, polisi juga telah mengimbau agar masyarakat bersama-sama menjalankan ibadah puasanya dengan khusyuk.

“Ya sama-sama menjaga diri dan emosi, kita sama-sama membantu agar puasa ini berjalan dengan aman dan lancar,” tuturnya.

Pihak yang berwajib yakni aparat Kepolisan juga menghimbau agar tidak ada ormas yang berlaku sewenang-wenang selama bulan suci Ramadhan, terutama dengan tidak menggelar aksi sweeping sepihak, untuk itu  diharapkan untuk menaati hukum dan undang-undang yang berlaku.

“Pokoknya, tak boleh sweeping yang bukan haknya, bukan wewenangnya. Tindak tegas ormas yang seperti itu. Jadi taatilah undang-undang,” tegasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru