oleh

Jenderal Filipina di Marawi Diganti

PENANEGERI, Desk Internasional – Brigadir Jenderal Nixon Fortes, Komandan Brigade Angkatan Darat 103 yang bertanggung jawab atas operasi keamanan di Kota Marawi dan daerah-daerah sekitarnya telah dibebas-tugaskan dari jabatannya, kata militer seperti dirilisi kantor berita Reuters pada hari Jumat, (2/6).

Brigadir Jenderal Nixon Fortes, yang memimpin pos tersebut selama sekitar 5 bulan atau sejak Januari tahun ini, diberi jabatan baru di tengah operasi keamanan terhadap kelompok milisi mautue yang menyerang kota Marawi tersebut.

Pengalihan itu efektif pada tanggal 29 Mei, menurut juru bicara Angkatan Darat Letnan Kolonel Ray Tiongson.

Birgjen Nixon Fortes digantikan oleh wakil komandannya, Kolonel Generoso Ponio.

Digantinya Brigadir Jenderal Nixon Fortes sebagai komandan brigade tentara di Kota Marawi dan penggantinya oleh wakilnya, Kolonel Generoso Ponio, disebut  tidak terkait dengan pertempuran yang terjadi di kota tersebut, kata juru bicara tersebut.

“Bukan itu alasannya,” kata juru bicara Letnan Kolonel Ray Tiongson saat ditanya apakah penggantian Fortes dipicu oleh jalannya konflik di Marawi.

Baca Juga  Darurat Militer di Mindanao Diperpanjang Hingga 2018

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana sebelumnya mengakui kegagalan untuk menghargai laporan intelijen mengenai perkembangan di Kota Marawi.

Pasukan pemerintah tidak  dapat memenuhi batas waktu tanggal 2 Juni 2017 yang ditetapkan oleh Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana untuk merebut kembali Kota Marawi.

“Berdasarkan laporan yang kami dapatkan, saya kira kita tidak dapat memenuhi tenggat waktu ini hari ini sepenuhnya – saya ingin memenuhi syarat bahwa – untuk membebaskan Marawi dari setiap elemen bersenjata di setiap jalan,” Brigadir. Jenderal Restituto Padilla, juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), mengatakan dalam sebuah media briefing pada hari Jumat (2/6).

Penembak jitu militan yang siaga di atas bangunan telah memperumit penggunaan tentara darat dan memaksa militer Filipina untuk mengandalkan kekuatan udara, demikian jelas Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera, juru bicara militer di Marawi, mengatakan pada hari Kamis (1/6).

“Seorang penembak jitu di sebuah bangunan bisa menjebak semua tentara, jadi salah satu cara untuk menetralisasi itu adalah dengan menggunakan serangan udara presisi,” katanya.

Baca Juga  Milisi Marawi Dikabarkan Kemungkinan akan Menyerah

Serangan militer yang sedang berlangsung melawan milisi di Marawi yang bersembunyi di kota tersebut telah mencapai hari ke 11. (*)

Komentar

Berita Terbaru