oleh

Jenderal Gatot Nurmantyo : TNI akan Buat Film tentang Perjuangan Laksamana Malahayati

PENANEGERI, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa TNI Angkatan Laut akan segera membuat film kolosal tentang perjuangan Laksamana Malahayati. Hal ini diungkapkan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo usai menghadiri Festival Film Nusantara (FFN) di gedung theatre Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/10) malam.

“Dalam waktu dekat Mabes TNI khususnya Angkatan Laut akan membuat film Malahayati,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo, usai menyaksikan acara malam award Festival Film Nusantara (FFN) di gedung teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Malahayati, yang punya nama aslinya Keumalahayati, adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Karena kisah kepahlawanan Laksamana wanita asal Aceh, Malahayati ini, maka TNI khususnya Angkatan Laut dalam waktu dekat akan membuat film yang mengangkat kisah Laksamana Malahayati, pahlawan perempuan dari Aceh.

“Malahayati adalah lulusan Akademi Angkatan Laut di Aceh yang dia mengusulkan rencongnya kepada laksamana musuh dan dia seorang wanita yang bertugas sebagai intelijen kerajaan,” jelas Jenderal Gatot Nurmantyo.

Baca Juga  Setuju, Wacana Pemutaran kembali Film "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI"

Gatot Nurmantyo memaparkan, saat melakukan pelayaran, Malahayati menggunakan petunjuk kompas bintang dimana metode itu sekarang telah mendunia.

“Kita perlu mengadakan studi sehingga benar-benar cerita ini bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Mudah-mudahan tahun ini mulai produksi. Targetnya bukan hanya nasional tapi internasional,” tandasnya.

Menurut Jenderal Gatot Nurmantyo, Malahayati pada abad ke 15 merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut di Aceh.

“Malahayati ini semakin digali semakin hebat, di mana tahun 1500-an ternyata di Aceh sudah ada Akademi Angkatan Laut dan Malahayati adalah lulusan Akademi Angkatan Laut di Aceh itu, ” kata Gatot Nurmantyo di Gedung Teater di TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10 /10) malam.

Pada masanya, Malahayati adalah sosok pejuang wanita yang menjaga kedaulatan kerajaan Aceh dari serbuan musuh. Terbukti, salah satu laksamana asal Belanda, Cornelis de Houtman, tewas di tangan Laksamana Malahayati dalam duel satu lawan satu di atas geladak kapal, pada peperangan Inong Balee tanggal 11 September 1599.

“Jadi ini pasti mendunia. Maka kita perlu mengadakan studi kepustakaan sehingga benar-benar cerita ini bisa dinarasi dengan perpustakaan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Gatot Nurmantyo.

Baca Juga  Melalui Pendidikan di Tampur Paloh, Sinergi Pertamina EP dan TNI Dukung Nawacita Pemerintah

“Karena diharapkan film ini bukan untuk nasional saja tapi internasional, kita menunjukan kepada dunia bahwa kita punya Laksamana Malahayati,” tandasnya penuh semangat.

Dalam catatan sejarah, Laksmana Malahayati membangun benteng yang dinamai Benteng Inong Balee kemudian Malahayati digelari Laksamana sebagai jabatan tertinggi di Angkatan Laut Kerajaan Aceh waktu itu.

Laksamana Malahayat tercatati ikut bertempur di garis depan melawan kekuatan Portugal dan Belanda yang hendak menguasai jalur laut Selat Malaka.

Cornelis de Houtman, sebagai orang Belanda pertama yang tiba di Indonesia, mencoba melawan angkatan laut Aceh pada 1599. Namun, upayanya gagal. Pasukan Belanda berhasil dipukul mundur oleh armada Inong Balee. Cornelis de Houtman tewas di tangan Laksamana Malahayati pada 11 September 1599. (*)

Komentar

Berita Terbaru