oleh

Jennifer Dunn Diperiksa di Puslabfor

PENANEGERI, Jakarta – Selebritis Jennifer Dunn (28) dibawa oleh penyidik Dit Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, ke Puslabfor Mabes Polri, di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (3/1).

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui jangka waktu pemakaian narkotika jenis sabu yang digunakan oleh Jennifer Dunn.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak mengatakan pemeriksaan itu dilakukan karena keterangan berbeda antara Jennifer Dunn dan pengedar berinisial FS yang juga ditangkap pada 31 Desember 2017.

Dalam pemeriksaan, FS menyebut Jennifer Dunn telah memesan narkotik jenis sabu sebanyak 10 kali, sementara Jennifer Dunn mengaku hanya memesan sebanyak tiga kali.

“Pengakuan FS, JD melakukan pemesanan sebanyak 10 kali. Dari 10 kali ini sedang kami dalami kapan dan di mana barang buktinya. Karena pengakuan dari JD tiga kali pesan,” kata AKBP Jean Calvin Simanjuntak.

Seperti diketahui, Jennifer Dunn diciduk Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di kediamannya di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, Minggu (31/12).

Penangkapan Jennifer Dunn merupakan pengembangan dari tertangkapnya FS yang merupakan kurir narkoba langganan Jennifer Dunn.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 0,6 gram sabu yang hendak dikirimkan FS kepada Jennifer Dunn. Polisi pun menjerat Jennifer Dunn dengan hukuman yang berat.

“Jadi yang bersangkutan kami bawa ke Polda Metro Jaya dan dikenai dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 junto Pasal 132 Ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya minimal lima tahun, maksimal 20 tahun,” ungkap Kombes Pol Argo Yuwono.

Jennifer Dunn (Jedun) pun selesai menjalani tes laboratorium sekitar pukul 13.00 WIB. Usai melakukan tes kepada Jedun, Kasubdit 1 Detreserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Calvjin Simanjuntak menjelaskan bahwa membawa Jedun terkait tiga hal.

“Jadi kedatangan kami membawa tersangka JD ada tiga hal tujuannya. Pertama kami membawa barang bukti tersebut untuk diuji secara laboratoris kandungan terhadap barang yang diduga sabu,” kata AKBP Calvjin Simanjuntak di Puslabfor Mabes Polri, Rabu (3/1).

“Kedua, untuk cek konfirmasi terkait cek awal urine tersangka JD. Ketiga untuk mengecek sampel rambut tersangka JD yang sudah diambil dan sudah dilakukan labforensik,” sambungnya.

AKBP Calvjin mengatakan bahwa dibawanya Jedun ke Puslabfor, guna melakukan pengecekan ketergantungannya terhadap zat adiktif.

“Ini pengecekan kita lakukan untuk pendukung dan konfirmasi lanjutan. Nanti dari situ diketahui kalau misal positif atau negatif, bisa kita ketahui dari rambut tersebut sudah berapa lama yang bersangkutan aktif atau tidak dan seterusnya,” ucap AKBP Calvjin Simanjuntak.

Pada hari Minggu (31/12), Jennifer Dunn ditangkap aparat kepolisian karena telah memesan narkoba jenis sabu-sabu, kepada FS, seorang bandar yang lebih dulu ditangkap polisi.

Dari FS, polisi mengetahui bahwa Jedun memesan sabu-sabu dengan berat 0,6 gram.

Ketika ditangkap di kediamannya, di kawasan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (31/12) pukul 17.30 WIB, Jedun mengaku sudah mengkonsumsi sabu-sabu tersebut.

Untuk itu, kepolisian akan melakukan konfrontasi atau mempertemukan Jennifer dan FS untuk memperjelas pengakuan siapa yang benar.

“Kami akan konfrontasi. Mereka kenal ini selang waktu satu tahun, dalam proses pertemanan,” ujar AKBP Calvjin.

Ia juga menjelaskan dari pemeriksaan awal, ditemukan fakta bahwa Jennifer biasanya memesan satu atau setengah gram sabu lewat FS.

Untuk barang bukti 0,6 gram sabu yang ditemukan di rumah FS, lanjut Calvjin, itu seharga Rp 850.000.

“Berdasar BAP diakui untuk pemakaian sendiri Sampai saat ini masih proses penyidikan dengan melengkapi berkas-berkas yang ada. Proses lebih lanjut akan kami umumkan,” katanya.

Dari penggeledahan kediaman Jennifer Dunn, polisi menemukan satu unit telepon genggam warna hitam dan satu buat sedotan plastik untuk menyendok sabu dari plastik ke cangklong.

Sedangkan, di rumah FS ditemukan satu kotak bekas rokok berisi satu klip plastik yang di dalamnya diduga terdapat sabu seberat 0,6 gram. Lalu, ada satu telepon genggam sebagai alat komunikasi dengan Jennifer Dunn.

Kasus penyalahgunaan narkoba ini adalah kasus narkoba ketiga bagi Jennifer Dunn.

Kasus Narkobanya yang pertama adalah pada 2005 lalu, saat dirinya diamankan karena kedapatan mengonsumsi ganja.

Kemudian kasus narkoba Jennifer Dunn yang kedua  adalah pada tahun 2009, polisi kembali menciduk Jennifer karena penyalahgunaan narkoba jenis sabu (methamphetamine). (*)

Teks dan Foto oleh : Bobby Hardianata, Kontributor Penanegeri.com

Komentar

Berita Terbaru