oleh

Jepang Peringatkan Warganya, Antisipasi Krisis Korea Utara

PENANEGERI, Desk Internasional –  Krisis Korea Utara telah memicu serangkaian ketegangan di Semenanjung Korea dan negara Asia. Apalagi saat ini Korea Utara ingin menguji coba senjata misil balistik miliknya yang sempat dipamerkan beberapa waktu lalu dalam parade ‘Hari Matahari’ di Pyongyang, memicu kepanikan dan ketegangan melanda negara-negara di kawasan Asia, termasuk Jepang.

Negara Jepang misalnya, sebagai antisiapsi atas skenario yang terburuk jika Korea Utara lepas kendali dalam krisis ini, maka segenap warga Jepang telah diberi peringatan perihal kemungkinan ancaman serangan rudal balistik Korea Utara.

Dalam situs perlindungan sipil, otoritas terkait di Jepang mengatakan bahwa jika terjadi serangan maka maka warga hanya memiliki waktu sekitar 10 menit untuk mencari tempat berlindung, ketika misalnya Korut (Korea Utara) nekat menyerang negara tersebut dengan menggunakan rudal balistik.

“Warga negara Jepang hanya memiliki waktu 10 menit untuk mempersiapkan diri ketika Korut melancarkan serangan rudal balistik,” kata otoritas berwenang di Jepang seperti dilansir kantore berita The Independent, Selasa (25/4).

Baca Juga  Mahasiswa AS yang dibebaskan Korea Utara alami Koma

Warga negara Jepang hanya memiliki waktu 10 menit untuk mempersiapkan serangan rudal balistik Korea Utara, pihak berwenang di negara tersebut telah memperingatkan.

Jika terjadi serangan, sebuah dokumen yang dipasang di situs perlindungan sipil di negara Jepang tersebut menyarankan orang-orang untuk menemukan bangunan beton terkuat yang memungkinkan untuk shelter perlindungan atau masuk ke tempat perlindungan bawah tanah.

Kemudian mereka kemudian harus berlindung di bawah meja dan menjauh dari jendela, demikian rilis situs web perlindungan sipil Jepang, yang telah dikunjungi 5,7 juta pengunjung  dalam 23 hari pertama di bulan April – lebih dari 14 kali lalu lintas bulanan biasa, akibat meningkatnya krisis Korea Utara.

Diperhitungkan, sebuah rudal balistik kemungkinan akan memakan waktu sekitar 10 menit untuk menempuh 1.600 km (1.000 mil) dari landasan peluncurannya di Korea Utara ke Okinawa, menambahkannya, dengan menyebutkan peluncuran pada bulan Februari tahun lalu yang memakan waktu lama untuk terbang di atas pulau Jepang.

Peringatan tersebut muncul saat ketegangan meningkat antara Korea Utara, negara tetangga Asia dan Amerika Serikat.

Baca Juga  Amerika Serikat dan Korea Selatan Luncurkan Uji Coba "Rentetan Misil" setelah Uji Coba ICBM Korut

Uji coba rahasia negara komunis tersebut-menembakkan empat rudal balistik bulan lalu, tiga di antaranya mendarat di zona ekonomi eksklusif Jepang di Laut Jepang, di lepas pantai negara tersebut.

Korea Utara telah menandai ulang tahun ke 85 militer nya dengan menunjukkan gambar rudal-rudal balistik koleksi Korea Utara.

Sistem peringatan dini Jepang, yang mengeluarkan peringatan rudal ke masyarakat melalui loudspeaker dan telepon telah mendapat perhatian warga yang meningkat di tengah meningkatnya ketegangan krisis Korea Utara.

Pada tahun 1998, Korea Utara menunjukkan bahwa rudalnya mampu menjangkau Jepang saat melepaskan rudal untuk meluncurkan satelit melintasi wilayah Jepang yang mendarat di zona ekonominya di sisi Samudera Pasifik.

Pemerintah Jepang telah memberi briefing kepada pemerintah daerah mengenai apa yang harus mereka lakukan jika sebuah rudal mendarat di wilayah mereka dan mendesak mereka untuk mengadakan latihan evakuasi.

Penjualan alat perlindungan diri dan pemurni udara pencegah radiasi juga telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, di AS, setiap anggota Senat dipanggil ke sebuah konferensi Gedung Putih mengenai ancaman yang diajukan oleh Korea Utara pekan lalu.

Baca Juga  Korea Utara Nyatakan Berhasil uji ICBM

Donald Trump juga telah menyatakan pada Dewan Keamanan PBB  bahwa”status quo” tidak dapat diterima dan mengatakan bahwa dewan keamanan tersebut harus siap untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Korea Utara yang tetap membandel dengan kepemilikan senjata nuklirnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru