oleh

Jet China Cegat Pesawat AS

PENANEGERI, Desk Internasional- Dua jet tempur China mencegat pesawat pengawas Angkatan Laut A.S. di atas Laut China Timur pada akhir pekan, dengan satu pesawat jet masuk dalam jarak sekitar 300 kaki (91 meter) dari pesawat Amerika, kata perwira A.S. pada hari Senin (24/7).

Kantor Berita Reuters melaporkan menurut pejabat AS tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa laporan awal menunjukkan salah satu pesawat J-10 China cukup dekat ke pesawat EP-3 A.S. pada hari Minggu (23/7) untuk menyebabkan pesawat Amerika tersebut berubah arah.

Salah satu pejabat mengatakan jet China itu dipersenjatai dan intersepsi (pencegatan) tersebut terjadi 80 mil laut (148 km) dari kota Qingdao, China.

Pentagon mengatakan bahwa perjumpaan antara pesawat itu tidak aman, namun menambahkan bahwa sebagian besar interaksi aman.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang menyatakan Amerika Serikat telah sering melakukan kegiatan pengawasan di dekat pantai China, demikian Lu mengatakan pada sebuah berita harian.

“Ini tidak kondusif untuk saling percaya antara militer China dan A.S., dan merupakan ancaman bagi keamanan sah China,” tambah Lu.

“Kami berharap Amerika Serikat bisa menghentikan aktivitas pengawasan semacam ini,” ujarnya.

Insiden seperti intercept atau pencegatan pada hari Minggu itu relatif umum terjadi.

Pada bulan Mei, dua pesawat SU-30 China mencegat pesawat A.S. yang dirancang untuk mendeteksi radiasi saat pesawat tersebut terbang di ruang udara internasional di atas Laut Cina Timur.

China memantau secara ketat setiap kegiatan militer A.S. di sekitar garis pantai.

THAAD Diuji Coba di Alaska

Secara terpisah, Pentagon mengatakan bahwa militer A.S. akan segera melakukan pengujian lain terhadap sistem Pertahanan (THAAD).

“Tes ini dilakukan sebagai tindakan rutin untuk memastikan bahwa sistem sudah siap dan … mereka dijadwalkan sebelum kejadian geopolitik dunia nyata lainnya terjadi,” juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengatakan kepada wartawan.
Direktur Badan Pertahanan Rudal, Letnan Jenderal Sam Greaves, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah tes akan dilakukan di Pacific Spaceport Complex di Alaska.

Bulan lalu dalam sebuah test uji coba Amerika Serikat menembak jatuh sebuah rudal balistik jarak menengah yang disimulasikan dan masuk serupa dengan yang dikembangkan oleh negara-negara seperti Korea Utara, dalam sebuah ujian pertahanan rudal THAAD di negara tersebut.

Amerika Serikat menempatkan THAAD ke Korea Selatan tahun ini untuk berjaga-jaga terhadap rudal jarak pendek Korea Utara.

Instalasi THAAD telah menyebabkan kritik sengit dari China, yang mengatakan bahwa radar kuat sistem tersebut dapat menyelidiki jauh ke dalam wilayahnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru