oleh

Jet China Tiongkok Mencegat Pesawat AS di atas Laut China Timur

PENANEGERI, Desk Internasional- Dua jet tempur China mencegat pesawat Amerika Serikat di atas Laut China Timur. Pesawat WC-135 Constant Phoenix, yang memeriksa kondisi atmosfer untuk tanda-tanda aktivitas nuklir, sedang melakukan misi rutin pada hari Rabu (16/5) di wilayah udara internasional di atas Laut Cina Timur ketika dua pesawat tempur Sukhoi Su-30 China Tiongkok mencegatnya.

Pada hari Rabu, dua jet SU-30 China mendekati sebuah pesawat Continuous Phoenix WC-135 yang melakukan misi rutin di wilayah udara internasional sesuai dengan hukum internasional, demikian jelas juru bicara Angkatan Udara Pasifik Letnan Kolonel Lori Hodge mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Pejabat Amerika Serikat itu mengatakan bahwa masalah tersebut telah ditangani dengan China melalui “saluran diplomatik yang tepat.”

Menurut pejabat berwenang di Amerika, pesawat A.S. beroperasi sesuai dengan hukum internasional.

Awak WC-135 mencirikan tindakan mencegat itu sebagai tidak profesional “karena manuver oleh pilot China, serta kecepatan dan kedekatan kedua pesawat,” kata Hodge.

Dia menolak memberikan rincian lebih lanjut dan mengatakan bahwa masalah tersebut akan ditangani dengan China melalui “saluran diplomatik dan militer yang tepat.”

Baca Juga  Kontraktor Pertahanan AS dituduh Mata-mata China

“Kami lebih suka membicarakannya secara pribadi dengan China,” kata Hodge kepada The Associated Press.

“Ini akan memungkinkan kita untuk terus membangun kepercayaan dengan rekan-rekan Cina kita tentang manuver yang diharapkan untuk menghindari kecelakaan.” tambahnya.

China mendeklarasikan zona identifikasi pertahanan udara di atas sebagian besar Laut China Timur pada tahun 2013, sebuah tindakan yang tidak direkomendasikan oleh A.S.

China Tiongkok telah meminta semua pesawat asing yang beroperasi di dalam zona tersebut harus menyatakan niat mereka dan mengikuti instruksi pihak China Tiongkok. Hoge menolak mengatakan apakah insiden Rabu berada di dalam zona Cina yang dideklarasikan sendiri.

“Pesawat militer secara rutin transit wilayah udara internasional di seluruh Pasifik, termasuk Laut Cina Timur. Penerbangan ini tidak terkecuali,”katanya.

Selama bertahun-tahun, AS, China dan beberapa negara Asia Tenggara memiliki perselisihan mengenai aktivitas di Laut Cina Selatan.

Pada bulan Februari, sebuah kapal induk AS memulai apa yang Washington gambarkan sebagai “operasi rutin” di Laut Cina Selatan, dengan armada kapal perang pendukung.

Baca Juga  China Konfirmasi Penyelenggaraan Formula 1

Aktivitas itu terjadi meski ada peringatan China Tiongkok di wilayah tersebut.

Pada bulan Mei 2016, dua jet tempur China melakukan pencegatan serupa terhadap pesawat militer AS di atas Laut Cina Selatan. Pada saat itu, militer AS mengatakan bahwa pesawat pengintai maritimnya melakukan patroli rutin di daerah tersebut. (*)

Komentar

Berita Terbaru