oleh

Jika Tetap Melanggar, Izin Operasional PT Tegas Nusantara Dicabut

PENANEGERI, Langsa – Izin operasional PT Tegas Nusantara terancam dicabut, jika perusahaan itu masih melanggar Surat Edaran Bupati Aceh Tamiang, Nomor : 503/3054, tanggal 23 April 2018, tentang Penggunaan Alat Angkutan Hasil Galian C.

Demikian disampaikan Camat Tamiang Hulu, Iman Suhery, S.STP, MSP kepada Penanegeri.com, Selasa (14/8).

Ia menjelaskan, pada Senin (13/8) kemarin, Asisten I Pemkab Aceh Tamiang, Kepala Dinas Perhubungan, Kadis BPM P2SP, Kasatpol PP dan WH, Forkopimcam dan para Datok se Kecamatan Tamiang Hulu dan perwakilan PT Tegas serta masyarakat melakukan pertemuan.

Setelah itu, kami mendatangi perusahaan dan meminta agar mereka mematuhi surat edaran bupati tersebut, jika melanggar maka izinnya akan kita cabut.

Kemudian, untuk mengawasi apakah PT Tegas Nusantara masih menggunakan Mobil Tronton dalam mengangkut galian C, maka kita sudah meminta kepada masyarakat untuk memantaunya. Karena, perusahaan itu mengangkut galian C di atas jam 20.00 WIB hingga menjelang Shalat Subuh.

“Jadi biar masyarakat yang memantau dan jika terbukti, maka laporkan ke kami, baru setelah itu kita teruskan ke bupati untuk diambil tindakan tegas,” pungkasnya.

Baca Juga  PT Tegas Nusantara Dinilai Kangkangi Aturan Pemkab Aceh Tamiang

Diberitakan sebelumnya, PT Tegas Nusantara dinilai melanggar aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang tentang penggunaan alat angkutan hasil Galian C yang berisi larangan bagi para pengusaha stone crusher (pemecah batu) untuk tidak membawa hasil pengolahan dengan menggunakan Mobil Tronton dan Engkel khususnya pada kelas jalan kabupaten.

Salah seorang warga setempat, Zainal Sukri kepada Penanegeri.com membenarkan, bahwa PT Tegas Nusantara, Jumat (10/8) masih menggunakan mobil tronton dalam mengangkut hasil galian C.

Sementara itu, perwakilan PT Tegas Nusantara, Muhammad Asli, ketika dikonfirmasi Penanegeri.com, Minggu (12/8) mengatakan, bahwa tidak ada komplain dari masyarakat dan yang ada itu hanya sebahagian saja. Karena, perusahaan selalu memenuhi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti perbaikan jalan dan lain sebagainya.

“Yang komplain itu hanya sebahagian saja dan pada umumnya masyarakat tidak keberatan,” tutupnya diujung seluler.

Komentar

Berita Terbaru