oleh

JMK Tuntut Pemerintah Aceh Sejahterakan Petani dan Nelayan

PENANEGERI, Banda Aceh – Jaringan Mahasiswa Kota (JMK) Banda Aceh menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan orasi, teatrikal serta membagikan sejumlah selebaran di depan SMP Negeri IV Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Sabtu (23/12) sekitar pukul 09.30 WIB.

Amatan Penanegeri.com dilapangan, masa aksi berjumlah 12 orang yang dikomandoi Nanda Topan meminta kepada pemerintah untuk menurunkan harga barang dan bahan pokok demi kesejahteraan rakyat serta menuntut rasa keadilan bagi seluruh petani dan nelayan.

“Turunkan harga kebutuhan bahan pokok, kami menuntut kesejahteraan bagi petani dan nelayan. Pemerintah belum mampu menghadirkan kesejahteraan di tengah kehidupan rakyat Aceh, hampir tidak ada solusi yang dihadirkan untuk mengentaskan kesenjangan sosial yang terjadi di Aceh, hal ini dibuktikan dengan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap sektor pasar yang kian hari harganya terus melambung tinggi,” demikian disampaikan Nanda Topan dalam orasinya.

Ia mengatakan, masyarakat terbebani dengan tingginya harga bahan pokok terlebih lagi melemahnya daya beli, oleh karena itu pihaknya berkesimpulan bahwa pemerintah Aceh hari ini telah gagal menghadirkan kesejahteraan seperti yang diamanatkan oleh konstitusi negara Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Baca Juga  Pelaku Pencurian Bola Lampu Masjid Baiturrahman Lhokseumawe di Tangkap

“Kami juga menyoroti program-program unggulan yang menjadi visi dan misi pemerintah Aceh dan kami juga mempertanyakan keseriusan pemerintah mewujudkan visi dan misi itu untuk terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh,” tegasnya.

Demo Pemerintah Aceh

Arah kebijakan pemerintah, sambung Nanda, sampai dengan hari ini belum dirasakan oleh masyarakat pada umumnya apalagi masyarakat miskin dan anak yatim. Bukti tingginya harga bahan pokok yang menyulitkan masyarakat seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk menyiapkan kebijakan yang dapat menstabilkan harga.

“Pemerintahan Irwandi-Nova harus bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap sumpah jabatan, kepentingan rakyat untuk hidup sejahtera ialah sebuah keharusan secara konkrit,” pintanya.

“Kami mendapati bahwa mahalnya harga kebutuhan pokok justru tidak menguntungkan sektor tani dan nelayan di Aceh, petani dan nelayan merupakan bagian penting dalam sektor ekonomi kerakyatan mereka disandra dengan rendahnya harga beli komunitas pertanian dan hasil tangkapan laut yang mereka miliki. Produktivitas pertanian menurun dan bahan kebutuhan pokok seperti bawang, cabe merah, gula dan beras pun masih bergantung dengan provinsi Tetangga,” lanjutnya.

Baca Juga  Terkait Puisi Sukmawati, Ini Pernyataan Sikap DPW Partai NasDem Aceh

Orator juga menyampaikan, pemerintah Irwandi-Nova yang dilantik sejak 5 Juli lalu setidaknya telah mampu memberi perubahan yang signifikan terhadap sektor pangan di Aceh.

“Mestinya hari ini daya beli masyarakat tinggi agar pasar tidak sepi, harga bahan pokok tidak melambung tinggi dan harga beli hasil tangkapan laut para nelayan tidak mencekik,” tandasnya.

Saat pelaksanaan aksi, massa juga membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan, Sejahterakan Rakyat Aceh ! Kami menagih janji IRWANDI – NOVA. Stabilkan harga bahan pokok. Brantas mafia Pasar… Wujudkan kemandirian Pangan. Pemerintah harus menjamin kesehatan dan Birokrasi haris melayani..!!!

Komentar

Berita Terbaru