oleh

John Isner Kembali Rebut Kemenangan di Atlanta Open

PENANEGERI, Tenis – John Isner kembali memenangkan gelar Atlanta Open, yang keempat dalam karirnya, dan turnamen ATP kedua berturut-turut, mengalahkan petenis asal Amerika Serikat Ryan Harrison dengan catatan 7-6 (6), 7-6 (7), Minggu (30/7).

Setelah memenangkan delapan pertandingan berturut-turut di set langsung sejak gugur di babak kedua turnamen Wimbledon awal bulan ini, mantan bintang Universitas Georgia tersebut mengatakan bahwa dia benar-benar menikmati upaya di Atlanta, di mana dia mencapai final ketujuh dari delapan turnamen.

Dia juga memenangkan gelar yang sama pada tahun 2013. Isner yang berusia 32 tahun mmemenangkan penghargaan Hall of Fame di Newport, Rhode Island.

“Ini selalu menjadi periode favorit saya sepanjang tahun. Saya tidak bisa memastikan awal yang lebih baik, dan itu cukup jelas. Saya mendarat pada hari Senin, berlatih pada hari Senin malam dan keadaan saya tidak mengalami penurunan, itu benar-benar menentukan untuk perjalanan karir saya,” katanya tentang perjuangannya tahun ini, seperti dilansir Fox Sport, Senin (31/7).

Pertandingan itu mengikuti servis di set pertama untuk memaksa ‘tiebreaker’. Harrison yang merupakan unggulan keempat, bangkit dari defisit 2-4 hingga mencapai skor 6-6 dan diakhiri oleh pukulan bola ke arah sudut lapangan dari Isne yang menentukan kemenangan.

Dengan begitu, Isner berhasil menghubungkan kemenangannya dengan kekalahan di Wimbledon, di mana pada putaran kedua dia tertinggal 7-6 (5), 6-7 (5), 7-5, 6-7 (5), 3-6 dari Dudi Sela.

“Kekalahan saya melawan Dudi Sela menjadi sebuah berkah. Saya duduk bersama staf pelatih saya dan menyingkirkan semuanya. Saya bermain tentatif dan dengan rasa takut, hasilnya adalah kegagalan,” tambah Isner.

“Saya katakan pada diri sendiri bahwa kekalahan itu bukan tentang cara bermainnya. Anda harus belajar dari kekalahan dan saya melakukannya,” lanjutnya.1

Setelah memenangkan pertarungan pertama di Seri Terbuka AS, Isner terlihat siap menghadapi status Grand Slam, walaupun ia harus menunggu lebih dari satu bulan sebelum para petenis berkumpul di New York Open.

“Kemenangan ini lebih merupakan hasil saya dari bermain bagus, bukan lawan saya. Menurut pendapat saya, saya bisa mengalahkan 10 lawan kelas dunia. Saya memiliki tingkat kepercayaan diri yang sulit didapat dari sebelumnya,” tandanya.

Komentar

Berita Terbaru