oleh

Jon Jones Positif Gunakan Zat Terlarang

PENANEGERI, UFC – Mantan juara kelas berat UFC, Jon Jones, gagal dalam tes obat-obatan terlarang dari UFC 214 setelah dikonfirmasi bahwa sampel B miliknya positif, menurut Badan Anti-Doping AS.

Pada bulan Agustus, USADA mengkonfirmasi bahwa Jones telah dinyatakan positif terhadap penggunakan steroid anabolik yang disebut Turinabol, hanya satu hari sebelum dia mengalahkan Daniel Cormier di Anaheim untuk merebut kembali gelar kelas berat UFC.

Jones telah membuat bantahan secara sadar mengambil zat terlarang tersebut, dan meminta pengujian sampel B-nya, namun semuanya telah mengkonfirmasi adanya Turinabol. Timnya sedang menyelidiki bagaimana steroid bisa memasuki tubuhnya.

Hasil kemenangan Jones di UFC 214 kemungkinan akan berubah menjadi no-contest (tanpa pemenang) oleh Komisi Atletik California State tetapi UFC masih akan melucuti gelar milik Jones dan belum memberi tanggapan resmi terkait hasil tersebut.

Jones dianggap sebagai salah satu petarung terbesar UFC, tapi ini adalah kali kedua dia gagal dalam tes obat-obatan terlarang.

Pada bulan Juli 2016, UFC menariknya dari pertarungan kejuaraan di UFC 200 setelah hasil ujinya positif terhadap beberapa agen anti-estrogenik. Jones kemudian mengklaim bahwa tes yang gagal adalah hasil dari mengkonsumsi pil seks yang terkontaminasi. Dia diskors selama satu tahun karena kelalaian tersebut.

Jones juga memiliki hak untuk mengajukan banding atas kegagalan tes terakhir ini, namun dengan ini menjadi pelanggaran kedua, dia sekarang dapat menghadapi penangguhan hukuman lain hingga empat tahun kedepan.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Jon Jones mengungkapkan pada konferensi persnya, Kamis (14/9) dilansir MMAWeekday, Ini akan menjadi hambatan dalam karirnya, yang jelas peraturan memang tidak memperbolehkan beberapa zat masuk ke dalam tubuh untuk menambahkan kekuatan.

“Tapi Jones, klien saya, memiliki alasan mengapa hal itu terjadi dan penyelidikan akan terus diberlakukan. Sebagai perwakilannya juga, saya berhadap pengajuan banding ini diterima selagi ada hasil yang lebih konkret,” ungkapnya.

“Pihak UFC juga diharapkan akan memberikan peluang seorang petarungnya untuk membela diri, karena apa yang terjadi seharusnya tidak pernah ada, terlebih dengan kejadian di tahun sebelumnya tentang hal yang sama,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru