oleh

Jumlah Terhukum Cambuk Pelaku Judi di Aceh Tamiang Meningkat

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Sejumlah 21 orang pelaku judi (maisir) dicambuk di halaman Gedung Islamic Center/Kantor Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Selasa (4/7) pukul 10.00 WIB. Jumlah ini meningkat dari eksekusi cambuk pertama dalam tahun 2017.

Dari 21 orang terhukum cambuk tersebut satu diantaranya adalah kaum perempuan atas nama Yusniar (39) warga Desa Telaga Meku, Kecamatan Banda Mulia. Ia juga terpidana yang mendapat cambukan paling banyak dari algojo yakni, Sembilan kali cambukan. Sedangkan terhukum lainnya masing-masing menerima 4-7 kali cambukan.

Pelaksanaan eksekusi hukuman uqubat/cambuk digelar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang bersama Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) dan dihadiri Wakil Bupati Drs Iskandar Zulkarnain, MAP serta disaksikan pejabat Muspida setempat dan masyarakat umum.

Pantauan Penanegeri.com dilokasi, proses hukuman cambuk kali ini terlihat dikawal lebih ketat oleh sejumlah personel Polres Aceh Tamiang yang berjaga disetiap sudut panggung eksekusi.

Namun, di sisi lain, acara hukuman kali ini lebih sepi dari sebelumnya (tidak ramai dikunjungi oleh masyarakat umum).

Bahkan, sebelum proses hukuman berakhir, terlihat sejumlah masyarakat yang awalnya menyaksikan hukuman cambuk, satu persatu meninggalkan lokasi itu. “Nggak menarik bang, yang dicambuk cuma masyarakat biasa dan kecil saja,” ucap Firji salah seorang pengunjung sambil bergegas pergi.

Sementara, para terhukum cambuk yang mengenakan pakaian putih ini tidak sedikit meringis kesakitan saat pecut rotan dari algojo mendarat dipunggung mereka.

Amatan Penanegeri.com, pada eksekusi cambuk ke enam terhadap M Efendi (29) warga Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, petugas dari Kejaksaan sempat menegur algojo untuk tidak membengkokkan tangannya saat menyambuk terhukum. Kemudian algojo  tersebut langsung digantikan dengan algojo yang lain.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Aceh Tamiang Yusnar Yusuf, SH usai acara uqubat/cambuk kepada awak media mengatakan, jumlah terhukum yang dicambuk hari ini sebanyak 21 orang terdiri atas, 20 orang laki-laki dan satu orang perempuan, yang seluruhnya pelaku kasus judi (maisir). Mereka melanggar Qanun Aceh Nomor 06/2014 Tentang Hukum Acara Jinayat.

“Jumlah perkaranya ada enam dan jumlah terhukum sebanyak 21 orang,” jelas Yusnar.

Menurut Kasi Pidum, eksekusi hukuman yang baru saja digelar merupakan yang kedua kalinya sepanjang tahun 2017 dengan jumlah terhukum 21 orang atau lebih tinggi dari eksekusi cambuk pertama, yakni hanya 14 orang terhukum.

Pihaknya berharap eksekusi cambuk tersebut bisa menjadi pelajaran berharga dan efek jera bagi masyarakat, mengingat hukuman/sanksinya lebih tinggi lagi dari yang sudah ada, sehingga dengan ini kedepan bisa diminimalisir terutama pelanggaran-pelanggaran syariat di Aceh Tamiang.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang Iskandar Zulkarnain, merasa sedih eksekusi hukuman cambuk harus dilaksanakan kembali di Kabupaten “Kaseh Pape Setia Mati”.

“Saya sedih, dulu saya sudah bilang hukuman cambuk ini adalah yang terakhir, jangan sampai terulang lagi ada warga kita yang dicambuk, tapi justru angkanya masih tinggi, disisi lain kita juga harus menegakkan hukum syariat Islam yang berlaku di Aceh,” sesalnya.

“Saya kira kita harus sama-sama peduli, saling nasehat-menasehati, agar anak-anak kita tidak terlibat perjudian, miras dan pelanggaran syariat Islam lainnya dimasa yang akan datang,” himbau Wabup dengan penuh harapan.

Komentar

Berita Terbaru