oleh

Jutaan orang di Yaman kelaparan di bulan Ramadan

PENANEGERI, Desk Internasional- Sementara umat Islam di seluruh dunia merayakan Ramadhan dengan makanan takjil dan makanan lezat untuk sahur dan berbuka, jutaan orang Yaman menderita kekurangan makanan, dan kelaparan karena perang dua tahun di negara tersebut, demikian dilaporkan oleh kantor berita Aljazeera (29/5).

Menurut sebuah lembaga bantuan, 17 juta orang tidak memiliki cukup makanan. Bahkan PBB menyebut kelaparan di yaman sebagai “krisis kemanusiaan terbesar di dunia”.

Biasanya, orang berbelanja sepanjang bulan Ramadhan, tapi banyak pemilik toko di Yaman tidak punya apa-apa untuk merayakannya.

Lebih dari dua juta anak-anak menderita kekurangan gizi akut di Yaman, di mana seorang anak balita meninggal setiap 10 menit karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, menurut sebuah laporan oleh UNICEF yang dipublikasikan pada bulan Desember 2016 lalu.

Selain itu, negara ini menghadapi wabah kolera, yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 29.000 orang.

Karena banyak yang berebut untuk mendapatkan makanan mereka, tidak ada lagi orang yang membicarakan makanan khusus yang disiapkan dan dinikmati selama bulan Ramadhan yang meriah.

Baca Juga  30 Orang Tenggelam saat Perahu Pengungsi Terbalik di Yaman

“Situasi kami sangat berat.” Nabil Ibrahim, seorang warga Hodeidah lainnya, mengatakan “Kami melihat barang yang tidak dapat kami beli,” ujar warga seperti dikutip oleh Al Jazeera.

Ini adalah hari Ramadan ketiga yang dihadapi Yaman dalam keadaan perang. Mayoritas penduduk hanya memiliki akses terbatas terhadap makanan dan obat-obatan.

Awal bulan ini, keadaan darurat diumumkan di ibukota oposisi Yaman, Sanaa, setelah wabah kolera menewaskan puluhan orang.  (*)

Komentar

Berita Terbaru