oleh

Kabut Asap di Aceh Barat sebabkan ISPA

PENANEGERI, Aceh Barat – Akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat mulai mengganggu aktivitas belajar siswa di sejumlah sekolah yang berada dekat dengan lokasi titik api. Juga mulai mengganggu kesehatan warga, karena banyak warga terkena asap yang menderita Infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA.

Beberapa siswa di dekat lahan gambut yang terbakar yang mulai mengalami gangguan pernafasan seperti batuk, pilek, dan mata perih akibat kebakaran lahan.

Khawatir mengganggu kesehatan anaknya saat belajar, ibu ini bahkan membekali anaknya dengan masker. Begitu pula dengan para siswa lain yang belajar di Sekolah Negeri 8 Meulaboh, Kecamatan Djohan Pahlawan.

Sudah lebih dari dua pekan kebakaran lahan gambut yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat belum juga tuntas padam. Selain karena lokasi titik api berada di tengah hutan dan sulit dijangkau, lokasi tersebut juga tak memiliki sumber air dan kering.

Kabut Asap sebabkan ISPA

Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas yang Akut (ISPA) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh bertambah dari 241 orang menjadi 367 orang sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam dua pekan terakhir di wilayah itu.

Baca Juga  Kebakaran Besar di Pasar Atas Bukittinggi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat dr Zafril Luthfi di Meulaboh, Senin mengatakan tren kasus meningkat karena kondisi asap dari karhutla yang melanda enam kecamatan daerah tersebut yang hingga kini masih dilakukan penanganan.
“Terjadi peningkatan, itu karena masih ada sisa asap, pada titik-titik tertentu, kalau hujan turun terus setiap hari, udaranya baru bersih, sekarang kita lihat udaranya sudah mulai bersih karena ada hujan,” sebutnya ditemui di Kantor DPRK.

Pada 27 Juli 2017, jumlah kasus ISPA yang ditemukan dan ditangani oleh petugas di Puskesmas sebanyak 241 orang, terdiri dari 124 orang usia anak di bawah lima tahun dan 117 orang usia di atas lima tahun, kemudian data Minggu (30/7) menjadi 367 orang.

Luthfi menjelaskan, tidak ada persoalan dan kendala di hadapi petugas pada fasilitas kesehatan (faskes) Puskesmas serta Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh dalam penanganan pasien selama terjadi karhutla di daerah tersebut.

Kesiapan petugas serta ketersediaan obat-obatan sangat tercukupi, sebab pihaknya sebagai salah satu instansi yang juga ikut melakukan penangulangan bencana asap, setelah Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah menetapkan status siaga.

Baca Juga  6 Unit Rumah di Blangpidie Hangus Terbakar

Mulai dari upaya pencegahan dengan membagikan masker serta sosialisasi bahaya dampak udara kotor seperti asap, untuk menekan kasus Ispa dan kasus-kasus lain yang kemungkinan bisa muncul akibat asap kebakaran hutan dan lahan di area gambut

“Puskesmas di Aceh Barat semua siap, termasuk Rumah Sakit Cut Nyak Dhien juga siap, selama terjadi bencana karhutla ini tidak ada masalah maupun kendala, semuanya bisa ditangani, untuk ISPA rawat jalan,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru