oleh

Kades Karang Ampar Diduga Gelapkan Dana Kompensasi Getah Damar

PENANEGERI, Aceh Tengah – Kepala Desa (Reje_red) Kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah dituding lakukan penggelapan dana bagi hasil penjualan getah damar yang seharusnya menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD).

Hal ini disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat desa setempat, berinisial AK kepada Penanegeri.com, Senin, (6/8).

Menurut AK, semenjak beberapa tahun terakhir, di Desa Karang Ampar dilakukan aktivitas penderesan getah damar oleh perusahaan yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Aceh Tengah, melalui sebuah keputusan yang tertuang dalam satu kesepakatan bahwa dari fee penjualan getah pinus tersebut, dikembalikan ke desa sebesar Rp 300 per kilogram.

Diterangkan AK, yang turut diaminkan sejumlah masyarakat kampung lainnya, sejak berlakunya pengembalian fee tersebut, mereka tidak pernah mendapatkan laporan pertanggung jawaban dari Kepala Desa (Reje) terkait penyaluran kegunaan dana tersebut yang diduga jumlah mencapai sekitar Rp 75.000.000,.

“Aktivitas penderasan getah damar di desa kami sudah berlangsung sekitar tahun 2015 hingga saat ini, namun sepengetahuan kami, Reje (Kepala Desa) mengaku hanya melakukan dua kali penarikan, Rp 9.000.000 untuk bantuan pembangunan Taman Kanak-kanak (TK) dan sekitar Rp 8.000.000 untuk bantuan kemakmuran Masjid desa,” ujar AK.

Baca Juga  Aceh Tengah Digegerkan Penemuan Bom

AK juga menuturkan, bahwa setelah ditelusuri ke BUMD di Kabupaten, ternyata jumlah dana yang telah ditarik oleh Kepala Desa sebesar Rp 75.000.000,.

“BUMD telah menunjukan bukti penarikan berupa Kuitansi yang ditanda tangani dan distempel oleh Reje,” lanjut AK.

Terkait masalah ini, pihak masyarkat melalui RGM (Rakyat Genap Mufakat) Kampung Karang Ampar, telah melayangkan surat kepada Bupati Aceh Tengah, agar segera menurunkan tim Inspektorat guna mengaudit masalah tersebut, namun meski surat permohonan sudah lima bulan disampaikan, hingga saat ini, tim yang diharapkan belum juga diturunkan.

Saleh Kadri, Kepala Desa (Reje) Kampung Karang Ampar, ketika dimintai tanggapannya terkait masalah ini mengatakan, bahwa dirinya merasa ini adalah buah dari ketidaksenangan sepihak terhadap kepemimpinannya, Kadri berkilah bahwa dirinya tidak pernah menggelapkan dana tersebut, menurutnya, ia sudah menyalurkan semua dana konpensasi getah damar.

“Ini hanya tuduhan yang tidak berdasarkan fakta, silakan buktikan, jika saya bersalah, tentu saya sudah masuk penjara,” tantang Saleh Kadri.

Komentar

Berita Terbaru