oleh

Kadis PU Aceh Tamiang Ditetapkan Tersangka atas Dugaan Pungli K2

PENANEGERI, Banda Aceh – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh Tamiang berinisial Sy alias Ai sebagai tersangka atas dugaan Pungli.

“Dugaan Pungli dilakukan tersangka Sy dengan alasan untuk mengurus NIP setiap honorer K2 yang dinyatakan lulus. Dugaan Pungli yang dilakukan terjadi antara tahun 2013 hingga 2016. Saat itu, tersangka Sy menjabat kepala BKPP Aceh Tamiang,” demikian diungkapkan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Erwin Zarma, Rabu (15/11) di kantornya.

Kasus dugaan Pungli (Pungutan Liar) yang dilakukan tersangka Sy ini berawal dari informasi masyarakat, sambung Dir Reskrimsus, pada saat itu Sy yang menjabat kepala BKPP Aceh Tamiang telah mengunakan jabatannya demi kepentingan pribadi.

“Jumlah uang yang diminta bervariasi dengan total hingga Rp 1,6 milliar. Tersangka Sy melakukan pungli untuk pemgurusan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi pegawai honorer K2 sejumlah 672 orang,” paparnya.

“Penyidik telah memeriksa 64 saksi untuk dimintai keterangan. Barang bukti yang diamankan yakni uang tunai sejumlah Rp 70 juta dan beberapa dokumen,” tambah Dir Reskrimsus.

Baca Juga  Proyek Pengaman Tebing Sungai Terkesan Asal Jadi

Lebih lanjut Kombes Pol Erwin Zarma menjelaskan, untuk mengurus NIP, tiap-tiap honorer dimintai uang sebesar Rp 3,3 juta, bahkan 86 orang honorer dimintai uang sebesar Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.

“Tersangka saat ini belum kita tahan, namun dalam waktu dekat ini akan kita panggil dan pemeriksa lagi serta dilakukan penahanan,” sebutnya.

Kombes Erwin menambahkan, selain tersangka Sy penyidik juga akan menetapkan dua tersangka lainnya. Mereka diduga kuat turut terlibat dan bersama-sama melakukan pungutan liar tersebut.

“Tersangka akan dijerat undang-undang tindak pidana pencucian uang atau TPPU dan undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan Pungli yang dilakukan tersangka Sy telah di laporkan oleh LSM Gadjah Puteh melalui surat resmi ke Polda yang tertuang dalam Nomor: 037/Dpp Lsm-GP/IX/2017 tentang dugaan kasus pungutan liar (Pungli) terhadap 86 guru calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari jalur Kategori Dua (K2) di Aceh Tamiang.

Komentar

Berita Terbaru