oleh

Kamaruddin : Dana Otsus Jadi Prioritas Saya

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Ketua DPW PSI Aceh, Kamaruddin, SH yang juga salah satu pengacara UUPA mengajak sejumlah perwakilan elemen masyarakat Aceh Tamiang untuk Ngopi santai sambil membicarakan informasi terkini Provinsi Aceh.

Acara ngopi dan bincang-bincang terkait informasi terkini Provinsi Aceh tersebut di gelar di warung kopi, Corner Coffe, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Senin (16/10).

“Demokrasi bisa menghukum siapa saja, baik itu partai politik maupun para wakil rakyat yang tidak peduli dengan kesejahteraan masyarakat, Demokrasi juga bisa menjadi harapan-harapan baru bagi masyarakat, di Aceh telah lahir sebuah demokrasi yang dituangkan dalam UUPA No 11 Tahun 2006,” demikian disampaikan Ketua DPW PSI Aceh, Kamaruddin, SH dalam acara ngopi dan bincang-bincang bersama elemen masyarakat Aceh Tamiang.

Dijelaskannya, UUPA pada prinsipnya membangun infrastruktur dan komunikasi sampai ke desa-desa, Otsus Aceh sekitar 2 persen dari APBN dengan jumlah kurang lebih sekitar Rp 8,7 triliun dicincang menjadi program jangka pendek sehingga manfaatnya hanya untuk jangka  pendek. Seharusnya dana Otsus tersebut dijadikan program strategis dan harus melihat kepentingan jangka panjang, seperti sektor pertanian, perikanan dan peningkatan perekonomian rakyat.

“Saya merupakan sebagian masyarakat Aceh yang prduli terhadap UUPA yang menjadi marwah dan wajah Aceh serta merupakan hasil dari perjuangan para syuhada yang telah wafat, sehingga UUPA harus tegak berdiri di Aceh sebagai pedoman untuk menjalankan segala bentuk program kegiatan yang harus mementingkan rakyat sebagai tujuan utama,” tegas Kamaruddin.

Kamaruddin

“Itulah sebabnya saya dengan lancang maju mencalonkan sebagai anggota DPR RI. UUPA bukan hanya mengatur hak politik saja akan tetapi UUPA harus mementingkan hak rakyat yang menjadi tujuan utama dari terbentuknya UUPA tersebut. UUPA harus melihat sektor kesejahteraan bukan hanya sektor politik, baik itu infrastruktur dan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Kamaruddin, pada tahun 2019 mendatang telah terjadi loncatan demokrasi, dimana hampir 80 persen pemilih berusia 17-45 tahun berasal dari kalangan pemuda dan pemudi.

“Oleh sebab itu, kita sebagai pemuda dan pemudi harus berani mengambil sikap untuk perubahan Aceh menjadi lebih baik,” serunya.

“Dana Otsus menjadi prioritas saya jika nanti saya terpilih menjadi anggota DPR RI,” tandas Ketua DPW PSI Aceh disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Acara ngopi dan bincang-bincang terkait informasi terkini Provinsi Aceh turut dihadiri, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Juanda, SIP, Ketua DPD PSI Aceh Tamiang, David Priyadi, perwakilan Datok Penghulu dan Mahasiswa Aceh Tamiang serta sejumlah tokoh masyarakat Aceh Tamiang.

Komentar

Berita Terbaru