oleh

Kanwil Bea Cukai Aceh dan KPPBC Kuala Langsa Musnahkan Barang Bukti

PENANEGERI, Langsa – Kanwil Bea Cukai Aceh serta Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kuala Langsa, memusnahkan barang bukti tindak pidana kepabeanan dan barang milik negara eks pelanggaran cukai, Kamis (31/5).

Pemusnahan dengan cara ditanam itu dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Gampong Pondok Keumuning, Kecamatan Langsa yang disaksikan oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, Dandim 0104/Aceh Timur diwakili Pasintel Kapten Inf Nunu Rukmana dan sejumlah undangan lainnya.

Plh Kepala Kantor Wilayah Direktoral Jenderal Bea dan Cukai, Setyadi Cahyadi, melalui keterangan persnya kepada Penanegeri.com menuturkan, barang hasil penindakan Kanwil Bea Cukai Aceh telah disetujui pemusnahannya oleh Ketua Pengadilan Negeri Kuala Simpang melalui Surat Nomor:5/Pen.Pid/2018/PNKsp, tanggal 28 Mei 2018.

Sementara, barang hasil penindakan KPPBC TMP C Kuala Langsa telah disetujui pemusnahannya oleh Ketua Pengadilan Negeri Kuala Simpang melalui Surat Nomor: 4/Pen.Pid/2018/PNKsp, tanggal 28 Mei 2018 dan Kepala KPKNL Lhokseumawe melalui Surat Nomor:S-12/MK.06/WKN.01/KNL.02/2017, tanggal 21 Agustus 2017.

Baca Juga  Warga Gampong Blang Kota Langsa Digegerkan Penemuan Mayat

Barang tersebut, lanjutnya, merupakan hasil penindakan oleh Kapal Patroli Laut Bea dan Cukai Operasi Jaring Sriwijaya Tahun 2018 terhadap Kapal KM Doa Ibu IV dan KM Satrio III di perairan Aceh Tamiang. Penindakan itu telah dilakukan proses penyidikan tindak pidana kepabeanan yang melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

“Total kerugian negara diperkirana sebesar Rp 210.000.000,” ujarnya seraya menambahkan, dirinya mengimbau kepada pelaku usaha maupun masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan penyelundupan atau membeli barang hasil penyelundupan serta tidak terlibat dalam peredaran dan konsumsi barang kena cukai ilegal, sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani dan negeri.

Kemudian, melindungi masyarakat dan lingkungannya dari penyakit yang diakibatkan adanya importasi tumbuhan, hewan dan produk turunannya serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk, cukai dan pajak.

“Ini sejalan dengan fungsi Bea dan Cukai sebagai community protector, trade fasilitator, industrial assistance dan revenue collector untuk menjadikan Kementerian Keuangan tepercaya dan Bea Cukai semakin membaik,” pungkasnya.

Baca Juga  Amankan Lebaran Tahun 2018, Polres Langsa Terjunkan 168 Personel Gabungan

Adapun barang yang dimusnahkan adalah bawang merah sebanyak 1400 karung hasil penindakan Kanwil. Sedangkan hasil penindakan KPPBC yakni bawang merah sebanyak 298 karung, anggrek sebanyak 9 karton, Thai Tea Merah sebanyak 170 karton, Thai Tea Hijau sebanyak 129 karton, media tanam sebanyak 31 karton dan rokok berbagai merk sebanyak 115.240 batang.

Komentar

Berita Terbaru