oleh

Kapal Perang Angkatan Laut AS tiba di Qatar untuk Latihan Militer

PENANEGERI, Desk Internasional-  Dua kapal Angkatan Laut A.S. tiba di Doha, Qatar untuk ambil bagian dalam latihan militer gabungan dengan Angkatan Laut Qatar (Qatari Emiri Navy) pada hari Rabu (14/6), demikian diberitakan oleh kantor berita Qatar QNA.

Qatar, sekutu utama AS dan negara-negara Barat lainnya, telah mendapat sorotan sejak empat negara besar Arab yang juga tetangga dekat Qatar, yakni : Kerajaan Bahrain, Uni Emirat Arab, Kerajaan Arab Saudi dan Mesir, telah memutuskan hubungan mereka dengan negara  Qatar.

Qatar menjadi tuan rumah pangkalan militer A.S. terbesar di Timur Tengah dengan 11.000 tentara yang ditugaskan atau ditugaskan ke al Udeid Air Base. Lebih dari 100 pesawat beroperasi dari sana.

Pentagon pekan lalu memberi pujian Qatar yang menjadi tuan rumah pangkalan udara utama A.S. dan untuk “komitmen abadi terhadap keamanan regional,” setelah empat negara Arab memutuskan hubungan dengan sekutu Teluk.

Kedatangan dua kapal perang Amerika Serikat untuk melakukan latihan bersama dengan Angkatan laut Qatar hanya berlangsung beberapa hari setelah Presiden AS Trump menuding Qatar ‘mendanai terorisme’.

Baca Juga  Qatar Kembali Tempatkan Duta Besar di Iran

Dua kapal Angkatan Laut AS tiba di Doha untuk ambil bagian dalam latihan militer gabungan dengan Angkatan Laut Qatar beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Qatar sebagai “penyandang dana terorisme pada tingkat yang sangat tinggi”.

Qatar News Agency (QNA) melaporkan kedatangan kapal perang AS tersebut pada hari Rabu, pada hari yang sama bahwa Qatar menandatangani sebuah kesepakatan untuk pembelian jet tempur F-15 dari AS dengan biaya awal sebesar $ 12 miliar.

Pembelian pesawat tersebut diselesaikan oleh Menteri Pertahanan Qatari Khalid Al Attiyah dan dari pihak AS Jim Mattis di Washington, DC, menurut QNA.

Penjualan tersebut “akan memberi Qatar kemampuan canggih dan meningkatkan kerjasama keamanan  antara Amerika Serikat dan Qatar”, demikian departemen pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Tidak jelas apakah kedatangan kedua kapal perang ke Doha direncanakan sebelum keretakan Teluk atau jika itu merupakan tanda dukungan dari Pentagon.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan sejumlah negara lainnya memutuskan hubungan dengan Qatar awal bulan ini, menuduhnya mendukung kelompok-kelompok bersenjata dan tuduhan Iran-Qatar telah berulang kali menolaknya.

Baca Juga  Menlu Qatar : Kami Takkan Bernegosiasi Sampai Blokade Dihentikan

Kerajaan Arab Saudi juga menutup perbatasannya dengan Qatar, satu-satunya perbatasan darat yang dimiliki Qatar. Selain itu, penutupan wilayah udara Saudi, Bahraini, dan Uni Emirat Arab terhadap penerbangan milik Qatar telah menyebabkan gangguan impor dan perjalanan masyarakat sipil secara luas.

Pentagon minggu lalu memberi pujian pada Qatar yang telah menjadi tuan rumah pangkalan udara AS dan untuk “komitmen abadi terhadap keamanan regional”.

Jaminan Pentagon berbeda dengan komentar Presiden Trump  yang justru memuji keputusan negara-negara tetangga Arab yang telah memblokade Qatar dan mmutuskan hubungan diplomatik terhadap Qatar. (*)

Komentar

Berita Terbaru