oleh

Kawah Sileri Dieng Statusnya kini Normal (Level I)

PENANEGERI, Dieng – Status Kawah Sileri, Dieng yang semula level Waspada (level II) kini sudah kembali turun ke level normal (level I) mulai Senin (2/10).

Setelah dua pekan berstatus waspada, kawah Sileri di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, akhirnya kembali berstatus Normal.

Kepala PVMBG Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani, dalam siaran persnya menyatakan bahwa sejak 20 September 2017, energi tremor dan suhu air Kawah Sileri dan tanah mulai menurun secara perlahan sehingga PVMBG-Badan Geologi pada tanggal 2 Oktober 2017 Pukul 12:00 WIB menurunkan tingkat status Kawah Sileri dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I).

Hanya saja, untuk Kawah Sileri baru bisa dinikmati pemandangannya dari jauh karena radius aman harus lebih dari 100 meter dari bibir kawah.

“Dalam status Normal Kawah Sileri, rekomendasi PVMBG-Badan Geologi adalah agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 100 m dari bibir kawah,” terang Kasbani, Kepala PVMBG, dalam siaran persnya, Senin (2/10).

Baca Juga  Cukur Rambut, Bocah Gimbal Dieng Minta Komputer Tablet dan Sapi Hidup

Sebelumnya, pada tanggal 14 September 2017 Pukul 22:30 WIB lalu, PVMBG-Badan Geologi menaikkan tingkat status Kawah Sileri dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II) dan merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati di dalam jarak 1 km dari bibir kawah dan Desa Kepakisan serta Dusun Sekalam diungsikan.

Namun Sejak 20 September 2017 energi tremor dan suhu air K. Sileri dan tanah mulai menurun secara perlahan sehingga PVMBG-Badan Geologi pada tanggal 2 Oktober 2017 Pukul 12:00 WIB menurunkan tingkat status kawah Sileri dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I)

Kawah Sileri Sebagai Obyek Wisata

Kawah Sileri adalah kawah vulkanik aktif yang berada di wilayah Dataran Tinggi Dieng. Kawah ini terletak di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Kawah yang terletak di lereng barat Gunung Pagerkandang atau Gunung Sipandu ini merupakan kawah yang paling aktif di Dataran Tinggi Dieng dan pernah meletus beberapa kali.

Oleh sebab itu, wisatawan sebaiknya waspada karena kawah Sileri juga menjadi salah satu kawah paling berbahaya di Dataran Tinggi Dieng.

Baca Juga  Hendak ke Kawah Sileri Heli Basarnas Jatuh, Kru Tewas

Hingga kini terdapat peringatan bahwa wisatawan dilarang mendekat ke Kawah Sileri, hingga jarak 100 meter dari bibir kawah.

Selain itu, Kawah ini juga merupakan Kawah Terluas di Dataran Tinggi Dieng dengan permukaan air yang terus menerus mengeluarkan asap putih dan menunjukan gejala-gejala Vulkanis.

Kawah Sileri menjadi salah satu objek wisata alam yang  menarik karena menawarkan pemandangan yang indah. Suasana di sekitar kawah Sileri pun terassa hangat, karena uapnya selalu muncul dari air yang mengenangi kawah, air ini kemudian mengalir ke kali kecil yang ada di sebelahnya.

Berwisata ke kawah dapat digolongkan sebagai aktifitas yang menakjubkan karena anda dapat menyaksikan gemuruh perut bumi disertai dengan uap panas. Anda juga masih bisa menyaksikan pemandangan yang masih sangat alami di sekitar Pegunungan Pagerkandang-Gunung Sipandu, bukit-bukit hijau menjulang, serta lahan pertanian milik warga yang menambah suasana asri.

Kawah yang mempunyai luas sekitar 4 hektar ini berbentuk kepundan datar sehingga air kawah mengalir ke dataran yang paling rendah. Air dari kawah ini juga dimanfaatkan untuk pengairan perkebunan yang berada di sekitar kawah.

Baca Juga  Letusan Kawah Sileri kagetkan Wisatawan Dieng saat Liburan

Nama kawah ini berasal dari Bahasa Jawa, yaitu ‘Leri’ atau semacam air bekas cucian beras sebelum dimasak yang berwarna agak keruh.

Karena air yang mengalir dari kawah ini mempunyai warna yang serupa dengan air cucian beras tersebut, maka kawah ini disebut kawah Sileri. (*)

Komentar

Berita Terbaru