oleh

Kejutan, McLaren Rekrut Seorang Gamers Sebagai Pembalap Simulator

PENANEGERI, Formula 1 – McLaren akan membuat pria asal Belanda sebagai pembalap driver resmi setelah ia memenangkan Formula 1 Team’s World’s Fastest Gamer eSports.

Memiliki nama asli Rudy van Buren, pria berusia 25 tahun itu mengalahkan rekan senegaranya Freek Schothorst di babak final kompetisi tersebut, sebuah penilaian yang unggul mengenai simulator F1 McLaren.

Van Buren, yang merupakan juara karting Belanda pada tahun 2003 dan sekarang bekerja sebagai manajer penjualan di salah satu perusahaan di Belanda, akan menjadi salah satu driver simulator resmi tim F1 untuk tahun 2018.

“Setiap anak laki-laki yang memulai mimpi di karting untuk mencapai F1, akan lenyap begitu saja. Tapi dengan memenangkan World’s Fastest Gamer, saya dapat menghidupkan kembali mimpi itu,” kata van Buren dilansir Motorsport, Kamis (23/11).

“Ini adalah pengalaman dan hal paling luar biasa yang tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya saat ini. Memikirkan kesempatan saya datang ke McLaren Technology Center untuk pertama kalinya minggu lalu sudah sangat luar biasa, tapi saya sekarang datang ke tempat yang sama sebagai bagian McLare, hampir tidak bisa dipercaya,” tambahnya.

McLaren menyelenggarakan kompetisi tersebut awal tahun ini bersama dengan perusahaan game Logitech, mantan kepala Nissan GT Academy (Darren Cox), media platform GiveMeSport dan produsen racewear Sparco.

Lebih dari 30.000 kontestan mendaftar untuk mencoba dan memenangkan hadiah utama saat kompetisi dimulai pada bulan Mei, dengan pemanasan kualifikasi terjadi untuk mempersempit kandidat juara menjadi 12 orang.

Kemudian mereka diundang ke pangkalan McLaren di Woking pada minggu terakhir uji coba dengan memanfaatkan sirkuit seperti Indianapolis, Suzuka dan Interlagos, dan bahkan menghadapi perlombaan di Sirkuit Le Mans 24 Hours de la Sarthe.

12 peserta itu dipangkas menjadi 6 orang, kemudian 3 orang, sampai akhirnya 2 orang tersisa di grand final, dengan van Buren menang dalam ujian “kecepatan, teknik dan kemampuan untuk mengembangkan, memperbaiki dan menciptakan mobil F1”.

Ben Payne yang menjabat sebagai direktur eSports di McLaren, mengklaim bahwa ada “lebih dari 10 juta orang” yang mengikuti kompetisi tersebut dan hasilnya sesuai harapan.

“Kami telah menunjukkan nilai nyata dari esports di dalam F1. Kompetisi ini telah menginspirasi semua orang di McLaren untuk bekerja lebih keras lagi di tahun depan dan memastikan bahwa kompetisi ini akan menjadi lebih besar dan lebih baik. Kami sudah berusaha mengkonsolidasikan dan memperbaiki peran World’s Fastest Gamer eSports sebagai kompetisi balap virtual terbaik di dunia,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru