oleh

Kelakar Ustadz Abdul Somad Menyesal Tolak Tawaran Cawapres

PENANEGERI, Jakarta – Ustadz Abdul Somad (UAS) berceramah di kompleks parlemen untuk memperingati HUT MPR ke-73. Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad sempat berkelakar menyesal karena menolak tawaran sebagai cawapres.

Awalnya, Ustadz Abdul Somad bercerita tentang pengalamannya masuk gedung MPR. Dia mengaku sampai belajar tentang tugas MPR.

“Karena saya berbicara di kantor MPR, saya mesti mencari apa itu tugas MPR. Pertama, menetapkan Undang-Undang Dasar 1945, itu nomor satu,” kata UAS di lapangan sepakbola kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8).

Ustadz Abdul Somad kemudian menjelaskan tugas MPR yang kedua, yakni melantik presiden dan wakil presiden. Saat inilah, UAS mengaku menyesal karena telah menolak tawaran jadi cawapres.

“(Tugas MPR) yang kedua, melantik presiden dan wakil presiden. Dalam hati saya, kalau mau (jadi cawapres), kemarin saya ke sini,” canda Ustadz Abdul Somad disambut tawa para pimpinan MPR dan warga yang hadir.

Dia lalu melanjutkan ceramahnya dan bercerita tentang penghadangan yang pernah dialaminya. UAS mengaku tak pernah terbersit untuk menjadi cawapres meski namanya masuk dalam rekomendasi Ijtimak Ulama sebagai cawapres Prabowo Subianto.

“Banyak orang kaya khawatir kalau saya ceramah, dihadang, nggak boleh datang. Untuk apa? Menghadang saya untuk apa? Saya nggak mau (jadi cawapres). Untuk apa?” tegas UAS.

“Ketika saya bicara, ‘Perjuangkan ini dengan tanda tanganmu, tanamkan kebaikan dengan kekuasaan’. Disangka orang saya mau mengiklankan diri saya. Saya nggak mau,” sambungnya.

Ustadz Abdul Somad menegaskan memang menolak tawaran jadi cawapres. Dia mengaku ingin selamanya menjadi ustadz.

“Ketika saya berbicara tentang kekuasaan, tentang Islam, tentang hebatnya politik, maka saya tidak mengiklankan diri saya. Oleh sebab itu, jangan khawatir. Tapi saya katakan, sampai akhir hayat, saya ingin menjadi ustadz,” imbuhnya.

Sebelum memulai ceramahnya, UAS mengajak jemaah mengenang para pejuang yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia. Dia mengingatkan semua warga agar bersatu karena bersaudara.

“Kita ingin menyegarkan kembali memori kita bahwa negeri ini bisa merdeka dari penjajahan karena adanya persatuan. Kau mungkin bukan saudaraku dalam satu keyakinan, tapi engkau adalah saudaraku dalam satu kebangsaan,” kata UAS sebelum ceramah.

Ustadz Abdul Somad mengatakan masa kini banyak yang melupakan perjuangan para pejuang. Dia pun mengapresiasi kegiatan yang digelar hari ini.

“Masyarakat kita mungkin terkena dimensi, ya, atau bahkan amnesia, lupa, karena itu selalu dibicarakan di level kantor, atau masjid. Tapi, hari ini alhamdulillah lembaga yang resmi disebarkan dan saudara-saudara yang menyebarkan ini melalui media pers, maka insyaallah masyarakat lebih banyak mendengar,” papar Ustadz Abdul Somad.

“Sehingga pesan kebaikan ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata, riil, sehingga kita tidak disibukkan oleh isu. Mari kita pupuk kebersamaan melihat Indonesia menjadi bangsa yang diharapkan oleh dunia di masa yang akan datang,” sambungnya.

Ceramah ini dihadiri Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, Hidayat Nur Wahid, Mahyudin, Ahmad Basarah, dan Muhaimin Iskandar. (*/dtc)

Simak Video dalam kanal Youtube

Komentar

Berita Terbaru