oleh

Keluarga Abu Bakar Ba’asyir Sayangkan Ucapan Menko Polhukam Wiranto

PENANEGERI, Solo – Keluarga Abu Bakar Ba’asyir menyayangkan ucapan Menko Polhukam Wiranto.
Belum lama ini Wiranto menjelaskan batalnya Abu Bakar Ba’asyir menjadi tahanan rumah, dan akan memindahkannya ke lapas dekat rumahnya.

Keputusan itu diambil untuk melihat sisi kemanusiaan karena Abu Bakar Ba’asyir cukup tua, menjalankan hukuman cukup lama, dan kesehatannya menurun.

Juga,  dikatakan oleh Menko Polhukam Wiranto, kalau Abu Bakar Ba’asyir tidak diberi kebebasan sebebas-bebasnya, supaya tidak menyebarkan ideologinya.

Atas hal ini, keluarga Abu Bakar Ba’asyir menanggapi pendapat Menko Polhukam Wiranto.

“Ini soal kemanusiaan. Jangan dibawa-bawa itu lagi. Soal ideologi sudah tidak ketemu lagi. Apalagi nanti kalau ditahan di rumah maka urusannya dengan keluarga,” jelas putra Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Rochim Ba’asyir  seperti diberitakan oleh Kompas.com, Selasa ( 6/3).

“Apa yang dikatakan pak Wiranto itu mengada-ada dan terlalu jauh kalau berpikir seperti itu dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan soal pemikirannya,” tambahnya.

Rochim menjelaskan, jika pemerintah khawatir Ba’asyir Akan menyebarkan ideologi saat menjadi tahanan rumah, ia mempersilakan aparat melarang orang lain menemui Baasyir.

“Kalau ideologi berkembang maka ideologi apa yang dikhawatirkan. Apakah soal terorisme. Mari kita lihat sejarah perjalanan persidangan. Dia difitnah terus dari awal 2002 hingga sekarang. Dan tidak ada yang terbukti tindak pidana terorismenya,” kata Rochim kepada media kompas.com.

Ia menambahkan, bila kondisi ini terjadi, maka urusan Abu Bakar Baasyir betul-betul merupakan intervensi asing bukan karena pribadinya.

Ditanya tentang pemberitahuan resmi dari pemerintah, Rochim menuturkan, hingga kini keluarga belum diberikan surat resmi dari pemerintah.

Sebelumnya Menko Polhukam Wiranto mengatakan bahwa aspek kemanusiaan dipertimbangkan namun aspek hukum atau perlakuan hukum juga dipertimbangkan.

“Jadi kemanusiaan dipertimbangkan, tapi aspek hukum atau perlakuan terhukum juga dipertimbangkan,” ucap Menko Polhukam Wiranto. Rencananya, pemindahan Abu Bakar Ba’asyir akan dilakukan secepatnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru