oleh

Keluarga Besar Theys Hiyo Eluay Gelar Deklarasi Indonesia Damai

PENANEGERI, Jayapura – Sekitar 50 orang mengikuti acara Deklarasi Damai Keluarga Besar Theys Hiyo Eluay dalam rangka peringatan 17 tahun wafatnya Theys Hiyo Eluay bertempat di Pendopo Alm. Theys Hiyo Eluay Jl. Bestur Pos Sentani Kabupaten Jayapura, Sabtu (10/11).

Para hadirin yang mengikuti acara Deklarasi Damai yang sangat penting artinya, terutama bagi OAP (orang asli papua), ini diantaranya adalah : Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional yaitu Lili Chodidjah Wahid, kemudian hadir pula Ketua Gerakan Cinta Damai yaitu Hendrik Yance Udam, acara ini juga dihadiri oleh Ondofolo Sosiri yakni Boas Enoch, kemudian Ondofolo Kampung Sereh yakni Ondi Kleuw, juga turut hadir Ronald Manoach, ST Komisioner Bawaslu Provinsi, hadir pula Pimpinan Jemaat Gereja Pantekosta Pdt. Timotius Arifin, kemudian Bawaslu Provinsi Papua ST Komisioner Ronald Manoach serta  Pembawa Acara Nelfis Ibo.

Selain itu turut hadir pula mengikuti acara ini yakni Dandim 1701 Jayapura Letkol Inf Johanis Parunisa
dan Danramil 1701-01 Sentani Mayor Inf John F. Dahar, serta juga dihadiri pula oleh Anak dari Alm. Theys Eluay, yaitu Yanto Eluay

Deklarasi Damai tersebut bertepatan dengan Hari Pahlawan, muncul melalui perenungan yang sudah lama direncanakan, bahwa semua orang diciptakan untuk membangun cinta kasih dan hidup dalam kedamaian hal itu dicontohkan oleh Yesus Kristus kepada orang yang menyalibnya dan keluarga besar Theys Hiyo Eluay percaya bahwa kematian orangtuanya ditujukan untuk menghapus duka serta air mata masyarakat Papua.

Acara yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut diisi dengan beberapa kegiatan diantaranya pembacaan biografi Alm. Theys Eluay, penandatanganan Deklarasi Damai dan pengusulan gelar sebagai Pahlawan Nasional.

Danramil 1701-01 Sentani Mayor Inf John F. Dahar di sela-sela kegiatan berharap pesan damai yang dibacakan dalam deklarasi tersebut bisa diteruskan kepada seluruh warga masyarakat khususnya OAP (orang asli papua) baik yang tinggal di pegunungan maupun di pesisir pantai.

“Harapannya setelah deklarasi ini, pesan yang diucapkan dan ditandatangani bersama tersebut sampai ke seluruh warga masyarakat khususnya OAP baik yang berada di bumi Papua maupun yang berada di luar Pulau Papua,” katanya.

Mengenai status Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bang John sapaan akrab Mayor Inf John F. Dahar dikatakan bahwa Papua memiliki kekayaan yang luar biasa, perlu dilindungi dan dilestarikan untuk itu perlu merapatkan barisan di dalam wadah kedamaian, bersama Tuhan Yesus maka semuanya akan selamat.

“Kematian Alm. Theys Eluay adalah rencana Allah, bagaimanapun juga harus diterima dengan lapang dada, lebih baik duduk bersama rapatkan barisan bersatu padu menyingkirkan kekacauan di tanah ini, karena para Ondofolo pembuat Deklarasi Damai menyatakan bahwa di dada mereka adalah Merah Putih,” sambungnya.

Juga dengan adanya pengusulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional, Bang John menjelaskan bahwa itu sudah ditindaklanjuti oleh Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Ibu Lili Chodidjah Wahid yang berencana mengangkat Alm. Theys Eluai sebagai Pahlawan Nasional dan jika disetujui oleh Pemerintah Pusat maka akan menjadi Pahlawan Nasional ke-5 dari Papua.

“Kami percaya almarhum Ondofolo Theys Eluay adalah pejuang kemanusiaan, penjaga adat tradisi leluhur, memperjuangkan Papua agar semakin sejahtera dalam semangat persaudaraan dan cinta kasih serta almarhum adalah salah satu tokoh yang memperjuangakan Papua dalam bingkai NKRI pada saat proses PEPERA tahun 1969, sehingga sudah sepantasnya diusulkan gelar Pahlawan Nasional,”katanya.

Deklarasi Damai

Naskah Deklarasi Damai sebagai tonggak Perdamaian bagi masyarakat Papua.

Hal yang teramat penting dalam acara ini adalah adanya Deklarasi Damai, berikut selengkapnya :

Dalam Dengan ini Kami menyampaikan Deklarasi Damai :

1) Bahwa hidup manusia semuanya ada dalam tangan Tuhan Sang Pencipta dan kita manusia hanya menjalani kehendakNya, sehingga walaupun sedih dan duka kami
alami dengan kepergian orangtua kami, namun seiring waktu dan dengan pertolongan Tuhan kami belajar menjadi kuat dan menerima kenyataan tersebut.

2) Kami percaya orang tua kami almarhurm Ondofolo Theys Eluay adalah pejuang kemanusiaan, penjaga adat dan tradisi leluhur serta memperjuangkan Papua agar makin sejahtera dalam semangat persaudaraan dan cinta kasih. Oleh karena itu kami menolak politisasi kematian orang tua kami. Dan dengan tegas kami menyatakan Papua tidak boieh dipisahkan
dari NKRI. Sebab almarhum adalah salah satu tokoh yang memperjuangakan Papua dalam bingkai NKRI dalam proses PEPERA tahun 1969, dan perjuangan alm. sesungguhnya hanya untuk kesejahteraan rakyat Papua dan sepanjang hal itu dapat diwujudkan maka NKRI harga mati.

3) Kami memaafkan dan mengampuni seluruh pihak atau pribadi yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam kematian almarhum orang tua kami Bapak Ondofolo Theys Hiyo Eluay.

4) Kami minta agar penculikan dan pembunuhan orang tua kami tidak lagi dikatakan sebagai kasus pelanggaran HAM dan tidak lagi digunakan oleh pihak manapun sebagai komoditi politik.

5) Kami berjanji untuk meneruskan perjuangan almarhum demi kesejahteraan rakyat Papua bersama seluruh elemen bangsa Indonesia yang mencintai Republik ini atas dasar Pancasila dan UUD 1945.

Demikian suara hati dan pernyataan diri kami yang disampaikan dengan kasih dan ikhlas tanpa tekanan dari pihak manapun. Semuanya bersumber dari kasih
pengampunan Tuhan Yesus Kristus yang mengajarkan kami untuk saling mengampuni (Matius 18:21-35) dan selanjutnya membuka lembaran baru untuk
membangun masa depan bersama yang damai, adil dan sejahtera. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menolong kita semua bersama pemerintah dan seluruh
komponen bangsa untuk menciptakan Papua sebagai tanah damai dan sejahtera.

Sentani 10 November 2018 yang mewakili Keluarga besar Alm. Onfofolo Theys Hiyo Ekuay.
Yanto Eluai (Mewakili Keluarga Theys Hiyo Eluay).

Selanjutnya pada  Pukul 16.38 WIT penandatanganan deklarasi oleh Ondofolo Kampung Sosiri yakni Boas Elok, Pihak keluarga, dan Ondofolo Kampung Sereh yakni Ondi Klow. Setelah acara doa yang dipimpin oleh Ronald Manoaw pada Pukul 16.40 WIT maka pada Pukul 17.20 WIT penutup, acara selesai.

Dalam acara ini yang tak kalah pentingnya adalah adanya rencana Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional yaitu Lili Chodidjah Wahid yang berencana mengangkat Alm. Theys Eluai sebagai Pahlawan Nasional, apabila hal ini dapat terwujud maka Alm. They Hiyo Eluay akan menjadi Pahlawan Nasional ke-5 dari Papua.

(Berita dan liputan Foto oleh : Wawan)

 

Komentar

Berita Terbaru