oleh

Kematian Warga Sipil meningkat di Mosul

PENANEGERI, Desk Internasional- Di tengah kekacauan perang yang menjadi korban utama selalu masyarakat warga sipil.

Perang yang berkecamuk di Kota Mosul, Irak, antara pasukan koalisi pemerintah Irak melawan para petempur teroris ISIS justru banyak menewaskan warga sipil biasa.

PBB mengatakan telah menerima laporan bahwa sekitar 50 orang sampai 80 orang warga sipil kota Mosul telah tewas dalam serangan udara di kawasan Zinjili, sementara lebih dari 230 orang terbunuh oleh ISIL di Mosul.

Sedangkan lebih dari 750.000 orang telah mengungsi dari Mosul sejak bulan Oktober 2016 lalu.

Sedikitnya 80 warga sipil dilaporkan terbunuh pada akhir bulan Mei 2017 lalu dalam serangan udara di sebuah lingkungan yang masih dikuasai ISIL/ISIS di luar kota Mosul, Irak, PBB mengatakan pada hari Kamis (7/8).

Pasukan Irak yang makin maju mendesak ke tengah kota Mosul uga berpengaruh pada meningkatnya korban sipil.

Kantor HAM PBB (OHCHR) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mencari informasi lebih lanjut mengenai serangan i distrik Zinjili pada tanggal 31 Mei 2017, yang menewaskan antara 50 dan 80 orang.

Baca Juga  ISIS Dipukul Mundur dari Reruntuhan Masjid Agung Al-Nuri Mosul

Serangan militer yang didukung AS ini untuk merebut kembali tiga kantung ISIS/ISIL yang terakhir, termasuk distrik Zinjili, di luar Kota Tua Mosul mulai hampir dua minggu yang lalu, sebuah dorongan terakhir dalam sebuah operasi besar yang dimulai pada bulan Oktober.

Beberapa laporan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk penyelidikan Pentagon, telah menemukan bahwa warga sipil telah berulang kali terbunuh oleh serangan udara dari angkatan udara Irak yang telah mengebom target ISIL.

Zeid bin Ra’ad al-Hussein, komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, mendesak koalisi “untuk memastikan bahwa operasi mereka sepenuhnya sesuai dengan hukum humaniter internasional dan bahwa semua tindakan yang mungkin dilakukan untuk menghindari hilangnya nyawa orang-orang sipil”.
Pembunuhan sipil oleh ISIS

OHCHR (Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights ) juga mengatakan telah terjadi peningkatan kematian warga sipil yang dieksekusi ISIS/ ISIL di Mosul, terutama bagi warga yang mencoba melarikan diri dari Mosul.

“Laporan yang kredibel menunjukkan bahwa lebih dari 231 warga sipil yang mencoba melarikan diri dari Mosul barat telah terbunuh sejak 26 Mei, termasuk 204 selama tiga hari pekan lalu,” kata OHCHR, melaporkan sebuah angka yang jauh lebih tinggi daripada yang dikatakannya awal pekan ini.

Baca Juga  Masjid Agung Al-Nuri pertahanan Terakhir ISIS di Mosul

“Menembak anak-anak saat mereka berusaha kabur dengan keluarga mereka – tidak ada kata-kata penghukuman yang cukup kuat untuk tindakan keji seperti itu,” kata al-Hussein seperti dilansir kantor berita Al jazeera.

‘Peluru jatuh seperti hujan’

Kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan telah berulang kali mengungkapkan keprihatinan mereka atas keamanan ratusan ribu warga sipil yang berisiko terjebak dalam baku tembak.

Pada hari Senin, UNICEF (United Nations Children’s Fund) memperingatkan bahwa sekitar sejumlah 100.000 orang anak-anak masih berada di wilayah yang dikuasai ISIL/ISIS, hidup dalam kondisi yang sangat berbahaya.

Hampir 10.000 orang melarikan diri dari Mosul barat laut dan Kota Tua setiap hari minggu lalu, menurut perkiraan PBB.

Warga Mosul Riyadh Abdullah mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa dia dan keluarganya, bersama dengan sekitar 200 tetangga, memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka pada hari Kamis yang lalu setelah beberapa hari hujan altileri berat di Mosul.

Saat mereka mendekati rumah sakit, orang-orang bersenjata menembaki mereka, menembak Abdullah di kaki dan menembak beberapa orang lainnya.

Baca Juga  Idul Fitri 1438 H, Idul Fitri pertama di Mosul Tanpa Teror ISIS

Pasukan Irak yang berada di lokasi kemudian melepaskan tembakan ke arah para sniper yang tengah menembak warga sipil yang lari dari Mosul.

“Peluru ditembakkan pada kita seperti hujan,” katanya dari ranjang rumah sakit di Erbil, sebelah timur Mosul. (*)

Komentar

Berita Terbaru