oleh

Kemungkinan Penyalahgunaan NIK dan KK dalam Registrasi Kartu Seluler

PENANEGERI, Techno- Ketua BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) dalam siaran persnya menerangkan berkenaan dengan berita yang sedang ramai denan adanya satu NIK tertentu yang ternyata di belakangnya terdapat sejumlah 50 nomor yang terdaftar dalam proses registrasi nomor prabayar seluler, yang terjadi adalah adanya kemungkinan penyalahgunaan NIK dan KK yang digunakan untuk  registrasi secara tanpa hak, dan bukan kebocoran data.

Berkenaan dengan berita yang sedang ramai tentang adanya satu NIK tertentu yang ternyata di belakangnya terdapat sejumlah 50 nomor yang terdaftar dalam proses registrasi nomor prabayar seluler, BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) segera melakukan penelusuran.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) selaku Ketua BRTI Prof. Ahmad M. Ramli membenarkan terdapat laporan masyarakat terkait pendaftaran nomor jumlah banyak yang memakai satu NIK tertentu, dan telah dilakukan pendalaman yang terjadi yaitu penggunaan NIK dan KK yang tidak bertanggungjawab dengan berbagai modus mengingat NIK dan KK seseorang bisa diperoleh dengan berbagai cara.

“Yang terjadi saat ini yang menjadi berita adalah penyelahgunaan NIK dan KK yang digunakan registrasi secara tanpa hak dan bukan terjadi kebocoran data,” tegas Ramli dalam siaran persnya, Senin (5/3).

Baca Juga  Registrasi Kartu SIM (Subscriber Identification Module) Agar Tidak kena Blokir

Tentu, penyalahgunaan identititas kependudukan dalam registrasi merupakan pelanggaran hukum.

Kementerian Kominfo sudah mengantisipasi sejak awal dengan memberikan layanan cara “Fitur Cek NIK” agar masyarakat mengetahui nomor apa saja yang terdaftar atas NIK miliknya.

Agar masyarakat yang  NIK dan KK-nya digunakan secara tanpa hak agar menghubungi gerai operator.

Cara Mengecek NIK dan KK

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika bersama dengan para operator telekomunikasi telah bersepakat untuk menyediakan layanan fitur cek nomor dalam sistem registrasi kartu prabayar.

Fitur cek nomor itu bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengetahui Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang digunakannya terdaftar di berapa nomor.

Hal ini untuk mengantisipasi sekaligus menghindari penyalahgunaan NIK dan Nomor KK oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Tidak semua operator menggunakan SMS untuk fitur cek nomor tersebut, sebagian menggunakan website untuk melakukan pengecekan.

Berikut ini link website, USSD dan SMS untuk fitur cek nomor yang disediakan oleh masing-masing operator :

Telkomsel fitur cek nomor melalui website https://telkomsel.com/cek-prepaid, Indosat melalui SMS dengan format INFO#NIK kirim ke 4444 atau INFO#MSISDN kirim ke 4444.

Baca Juga  Pemblokiran Bertahap Jika Pelanggan Seluler Prabayar Belum Registrasi

Xl Axiata melalui USSD dengan format: *123*4444#, Hutchison melalui https://registrasi.tri.co.id, Smartfren melalui https://my.smartfren.com/check_nik.php dan STI melalui website: https://my.net1.co.id.

Untuk itu Kementerian Kominfo menghimbau kembali kepada masyarakat tetap berhati-hati menjaga identitas individu masing-masing agar tidak diberikan kepada orang-orang yang tidak berhak.

Begitu juga, ketika meminta bantuan untuk registrasi kartu prabayar agar data NIK dan Nomer KK tidak dibagikan kepada pihak yang tidak berwenang.

Jangan sampai di catat, difoto, difotocopy kecuali pada gerai milik operator langsung.

Sejalan dengan itu, Kementerian Kominfo terus memberikan upaya perlindungan kepada masyarakat terhadap proses registrasi.

Suksesnya registrasi prabayar akan memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat dari tindak-tindak kriminal seperti penipuan, terorisme, pemerasan, kejahatan di internet, dan sebagainya.

Kementerian Kominfo melalui Ketua BRTI Prof Ahmad Ramli mengingatkan kembali bahwa setiap orang termasuk gerai atau outlet dilarang keras melakukan registrasi dengan menggunakan NIK dan KK milik orang lain secara tanpa hak.

Ramli juga menegaskan agar operator tegas dan cepat meng-unreg nomor-nomor yang dilaporkan atau nomor-nomor yang diregistrasi dengan jumlah secara tidak wajar untuk satu NIK dan No KK.

Baca Juga  Pemblokiran Bertahap Jika Pelanggan Seluler Prabayar Belum Registrasi

Kementerian Kominfo meminta operator untuk mengawasi peredaran dan distribusi kartu selulernya dan menjamin gerai-gerai yang berada di bawah tanggung jawabnya untuk melakukan registrasi dan aktivasi kartu prabayarnya secara benar, dengan hak  sesuai perundang-undangan. (*)

 

Komentar

Berita Terbaru