oleh

Kepolisian bersama Aparat Korem 101/Antasari Berhasil Tangkap Kapal MV Toyo Maru Pengangkut 6.500 Ton Pupuk Ilegal

PENANEGERI, Banjarmasin – Aparat gabungan TNI dan Polri di Banjarmasin, Kalimantan Selatan berhasil mengamankan ribuan ton pupuk ilegal asal China, pada Jumat (4/5) siang. Sebanyak 6.500 Ton Pupuk yang diduga ilegal Asal China ini diangkut oleh kapal barang MV Toyo Maru.

Pupuk ini diduga ilegal karena kemasannya polos tanpa merek.

Berhasil ditangkapnya ribuan ton pupuk di kapal tersebut, berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh jajaran Intel Korem 101/Antasari.

Bersama kepolisian, pihak Intel Korem 101/Antasari kemudian segera memeriksa dokumen muatan kapal tersebut.

Intel Korem 101/Antasari yang dipimpin Wadantim Intel Korem 101/Antasari Lettu Inf Ahmad Basori bersama petugas gabungan Polri kemudian berhasil mengamankan Kapal Kargo MV Toyo Maru yang sedang tambat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, karena mengangkut 6.500 ton pupuk ilegal, hari Jumat (4/5).

Sedangkan jumlah kru dalam Kapal Kargo MV Toyo Maru ini adalah 16 orang. Kapal ini berasal dari wilayah Bayukwan, China.

Kepala Seksi Pestisida Hayati Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Budi Hanafi memastikan ratusan ton pupuk tersebut ilegal, karena tidak terdaftar di Kementerian Pertanian.

Di karungnya tanpa merek, tanpa nomor pendaftaran, dan belum uji mutu dan belum uji efektivitasnya.

Diungkapkannya, berdasarkan pasal 37 UU Nomor 12 tahun 1992 tentang Perlindungan Tanaman dinyatakan bahwa pupuk yang beredar di Indonesia harus terdaftar di Kementerian Pertanian, dan diuji mutu serta evektivitasnya.

“Yang kami amankan karungnya polos, tidak berbahasa Indonesia, dan tidak SNI. Ini pupuk ilegal,” tegasnya.

Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya mengatakan, ditemukannnya pupuk Ilegal berkat informasi masyarakat.

“Ini menandakan kedekatan TNI dengan masyarakat selalu terjalin dengan baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, kasus ini akan diserahkan ke pihak kepolisian. “Informasi yang kami dapat, pupuk ilegal sudah ada diturunkan di daerah Taboneo. Yang ada ini, sisanya. Pupuk ini sangat merugikan petani, serta pemerintah,” bebernya.

Kapal Kargo MV Toyo Maru telah melaksanakan bongkar muat di muara Taboneo sebanyak 2.447 ton yang diangkut oleh TB Sumber Utama dan TG LGM 2588 dengan tujuan Pulang Pisau, Kalteng.

Rinciannya, yang sudah dibongkar di tongkang jumbo sebanyak 2.003 ton, dimana satu ton terdiri dari 200 sak dengan berat 50 kilogram per sak. Rencana yang akan dibongkar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebanyak 4.100 ton dan akan disimpan di Gudang B Pelindo Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Untuk mengungkap temuan ini, TNI berkoordinasi dengan kepolisian.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi, pihaknya masih mengusut kasus ini dengan memeriksa dokumen barang dan kapal tersebut. Pemeriksaan dilakukan bersama dengan petugas Bea Cukai dan Syahbandar.

“Beberapa dokumennya sudah diamankan untuk diperiksa. Kita tunggu dulu hasil pemeriksaan Bea Cukai dan Syahbandar,” kata AKP Ade Papa Rihi.

Polisi juga mengerahkan seekor anjing pelacak dari Tim Satwa Sabhara Polda Kalsel.

Anjing pelacak tersebut, menyisir sejumlah ruang di kapal, untuk memastikan tidak ada barang mencurigakan lainnya.

Termasuk narkoba. Namun dari hasil pelacakan, tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan.

Polisi juga masih menyelidiki termasuk memeriksa dokumen pupuk dan kapal tersebut.

“Dokumen sementara masih kami periksa. Kalau keterangan dari syahbandar memang barang ini dari China langsung masuk ke sini. Katanya pupuk ini mengandung magnesium, karenanya kami sudah mengambil sampelnya tadi untuk diperiksa di laboratorium,” ucap Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi. (*)

Komentar

Berita Terbaru