oleh

Kepolisian Kanada : Tak Ada Serangan pada Gadis Berjilbab

PENANEGERI, Internasional – Pihak Kepolisian Kanada menyatakan bahwa dugaan serangan terhadap gadis muda yang mengenakan jilbab itu, tidak terjadi.

Laporan berita Jumat (12/1) lalu mengatakan bahwa seorang gadis belia berusia 11 tahun itu didekati oleh seorang pria saat dia berjalan ke sekolah dan pria tersebut menggunakan sepasang gunting untuk memotong kain jilbab yang dikenakan gadis itu di kota Toronto.

Polisi Kanada pun kemudian menyelidiki serangan yang tampaknya sebagai kejahatan kebencian (hate crime), namun setelah melakukan penyelidikan, kepolisian Toronto, Kanada mengumumkan pada hari Senin (15/1) bahwa laporan insiden tersebut tidak benar (false).

“Kami mengumpulkan banyak bukti, kami mempertimbangkan bukti tersebut dan sampai pada kesimpulan bahwa apa yang dijelaskan itu tidak terjadi,” jelas juru bicara polisi Toronto Mark Pugash mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Informasi lebih lanjut tentang apa yang sebenarnya terjadi, belum diumumkan.

“Kami sangat bersyukur bahwa pada kenyataannya, serangan ini tidak terjadi,” tulis surat kabar Globe and Mail mengutip pernyataan Dewan Sekolah Toronto.

Baca Juga  Pakar IT Hermansyah Diserang Orang Tak Dikenal di Tol

“Kami tidak akan berkomentar lebih jauh,” lanjut pernyataan itu.

Serangan yang diduga terjadi pada seorang gadis berusia 11 tahun yang mengenakan jilbab saat ia berjalan ke sekolah tidak terjadi, kata Polisi Toronto, Senin (15/1).

Polisi telah menyelidiki insiden tersebut sebagai kejahatan kebencian setelah gadis tersebut mengatakan bahwa seorang pria yang mengenakan gunting memotong jilbabnya saat dia berjalan ke sekolah bersama kakaknya pada hari Jumat pagi (12/1).

Setelah melakukan penyelidikan, maka pada hari Senin (15/1) polisi Toronto menyimpulkan bahwa tidak ada kejahatan tersebut yang terjadi.

“Kami mengumpulkan banyak bukti, kami mempertimbangkan bukti tersebut dan sampai pada kesimpulan bahwa apa yang dijelaskan tidak terjadi,” juru bicara polisi Toronto Mark Pugash mengatakan kepada kantor berita Reuters, menambahkan bahwa penyelidikan telah selesai.

Keluarga gadis itu tidak bisa segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Staf di sekolah gadis itu menelepon polisi pada hari Jumat, juru bicara Dewan Sekolah Distrik Toronto Ryan Bird menulis dalam sebuah email, “Kami sangat bersyukur serangan ini tidak terjadi.” (*)

Komentar

Berita Terbaru