oleh

Kerusuhan di Mako Brimob, Lima Polisi Gugur, Seorang Napi Teroris Meninggal dan ada Polisi masih Disandera

PENANEGERI, Depok – Akibat insiden kerusuhan tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, hari Selasa (8/5) malam, sejumlah lima orang anggota polisi gugur dan seorang napi terorisme meninggal dunia.

Sedangkan seorang petugas Polisi masih disandera oleh napi teroris.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan para anggota yang gugur empat orang anggota Densus 88, dan satu anggota Polda Metro Jaya. Mereka mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Identitas polisi yang gugur tersebut adalah :
– Iptu Yudi Rospuji Siswanto.
– Aipda Deni Setiadi.
– Brigpol Fandy Setyo Nugroho.
– Briptu Syukron Fadli.
– Briptu Wahyu Catur Pamungkas.

Sementara satu orang narapidana teroris yang tewas adalah Benny Syamsu Tresno alias Abu Ibrahim, yang merupakan napi teroris.

Selain menimbulkan korban jiwa, hingga kini petugas kepolisian bernama Brigadir Iwan Sarjana disandera narapidana terorisme.

Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok,ini  diduga bermula karena persoalan makanan titipan untuk narapidana.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal mengatakan kejadian itu dipicu karena masalah makanan tahanan.

Baca Juga  Kerusuhan di Mako Brimob Akibatkan 5 Polisi Gugur dan Seorang Napi Teroris Meninggal Dunia

Masalah tersebut adalah standar operasional prosedur kepolisian pada saat verifikasi makanan-makanan yang masuk ke setiap rumah tahanan.

“Kita akan memastikan, harus memastikan makanan itu sehat, steril, tidak ada barang-barang terlarang masuk” jelas Brigjen Pol M Iqbal.

Napi yang mengamuk masalah makanan ini kemudian melakukan kerusuhan.

“Napi membobol pintu dan dinding Sel, kemudian tidak terkontrol lagi. Napi menyebar ke luar sel,” katanya.

Memang ada tuntutan dari para napi, namun belum bisa dijelaskan.

“Saya enggak bisa jelaskan, tim sedang bekerja. Mereka sedang diskusi. Ada pesan-pesan dari tim yang disampaikan kepada mereka. Negosiasi juga sedang dilakukan,” papar Brigjen Pol M Iqbal.

“Kami tidak ingin ada korban lebih banyak, kami menghargai hak asasi manusia. Kami terus mengupayakan maksimal negosiasi dengan perwakilan mereka,” tambahnya.

Polisi juga berupaya persuasif dengan negosiasi kepada beberapa orang tahanan yang ingin atau mau diajak untuk melakukan komunikasi agar bisa menemukan adanya solusi.

Namun, kata Iqbal, tentu aparat punya rencana lain jika para napi tidak kooperatif. Penindakan bisa saja dilakukan jika situasinya mendesak.

Baca Juga  Pernyataan Pers Presiden Terkait Tindakan Narapidana Terorisme Terhadap Aparat Keamanan di Mako Brimob

“Kita lakukan upaya penegakan hukum. Ada beberapa, yang jelas kalau menyerahkan diri ada proses kepolisian. Bahkan bila ada ancaman nyata kami akan melanjutkan upaya terakhir,” tegasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru