oleh

Ketua DKA Bireuen : Budaya Daerah Mulai Memudar

PENANEGERI, Bireuen – Seiring dengan perubahan jaman, budaya dan kesenian lokal mulai luntur dan memudar akibat pengaruh budaya luar. Kondisi ini perlu tanggungjawab bersama membangkitkan kembali budaya lokal, dan merupakan dasar bagi suatu daerah dalam membangun citranya.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Bireuen, H Muhklis A.Md saat membuka festival parade seni budaya seluruh Kabupaten Bireuen, di halaman Pendopo setempat, Sabtu (3/11) malam.

“Kita memiliki peran dan tanggungjawab bersama agar dapat menggali kembali khasanah budaya Aceh yang semakin memudar, bahkan mulai hilang dan tidak diteruskan oleh penerus kita kelak,” tutur Mukhlis.

Dengan kegiatan ini, tambahnya, menjadikan sebuah sarana untuk memupuk kembali budaya dan kesenian daerah di kecematan yang masih belum sempurna tergali, digalakkan kembali melalui kegiatan ini.

“Tanpa adanya even atau pergelaran seni, maka sendirinya kesenian dan budaya itu luntur, karena tidak ada ajang untuk disalurkan oleh pelaku seni dan budaya. Namun kedepan DKA Bireuen akan melakukan berbagai even seni budaya daerah,” katanya.

Baca Juga  Empat Narasumber Nasional Isi Seminar Khasanah Budaya Bireuen

Ketua DKA Bireuen mengaku, tetap membuka kegiatan ini meski kondisi sedang kurang sehat karena baru kembali dari Malaysia, karena ini merupakan tanggung jawabnya, agar parade seni budaya di Bireuen bisa sukses.

“Ajang yang kita laksanakan bersamaan dengan rangkaian HUT ke-19 Bireuen ini sebagai wahana baru, membangkitkan kembali khasanah budaya daerah, budaya lokal yang mulai memudar di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Dikatakan Muhklis, lomba kesenian tradisi ini dikuti ratusan peserta dari 17 kecamatan di Bireuen selama 3 sampai 5 November 2018 mendatang, dengan menyajikan tarian seudati, taktoek, rapai debus, meurukon, ratoh bruek serta keseien Aceh lainnya.

“Selanjutnya panitia juga akan memilih 6 penyaji terbaik untuk mendapatkan thropy, piagam penghargaan dan uang pembinaan,” sebutnya.

Selanjutnya, agenda lain yakni seminar khasanah seni budaya, dengan menghadirikan 250 peserta, itu dilaksanakan 5 November 2018 di Aula lama Setdakab Bireuen.

Selama festival parade seni budaya ini, pihaknya mengundang khusus dewan juri yaitu Fikar W. Eda (penyair), Nur Mayda Atmaja (Ketua DKA) dan Ramdiana, S.Sn, M.sn, (Dosen Unsyiah). Dewan juri ini yang akan menilai peserta festival parade seni budaya.

Baca Juga  Empat Narasumber Nasional Isi Seminar Khasanah Budaya Bireuen

“Kita sangat berharap, usai festival parade seni budaya, masyarakat kita terus menggalakkan kesenian dan budaya lokal, sehingga anak cucu kita tahu dan mencintainya,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru