oleh

Ketua DPRK Bireuen Terharu Atas Aksi Mahasiswa

PENANEGERI, Bireuen – Usai menerima sejumlah perwakilan dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Bireuen di depan gedung DPRK Bireuen, Ketua DPRK setempat, terharu atas aksi yang dilakukan mahasiswa.

Hal itu dikatakan Ketua DPRK Bireuen, Ridwan Muhammad terkait tuntutan 10 poin yang disampaikan kepada DPRK oleh mahasiswa.

“Terkait surat tuntutan dari 10 poin yang sudah kami terima ini, akan kita bahas kembali dalam rapat badan musyawarah (Bamus). Hasilnya nanti akan kita disampaikan kembali kepada mahasiswa,” ujar Ridwan Muhammad, Senin (8/10).

Diakui, nantinya hal ini kembali membahas tuntutan itu dengan anggoat DPRK lainnya. Sedangkan tuntutan yang ditujukan kepada bupati atau eksekutif, itu akan disampaikan kepada Pemkab Bireuen.

“Menyangkut persoalan ini, maka akan dilakukan musyawarah karena ini bentuk dari tugas pengawasan dewan,” terangnya.

Dewan sendiri, tambah Ketua DPRK, sudah mengesahkan pengadaan mobil dinas Bupati Bireuen tersebut dalam APBK-P 2018.

“Bila pun ditinjau ulang terkait pengadaan mobil dinas Bupati Bireuen dengan harga Rp 1,9 miliar itu, itu hanya bisa dilakukan oleh tim evaluasi di Provinsi,” sebutnya.

Baca Juga  Mahasiswa Bireuen Tolak Pengadaan Mobil Bupati

Namun, saat menerima perwakilan dari mahasiswa itu, tak terlihat lagi politisi dari Partai Golkar, Muhammad Amin yang sebelumnya sempat memancing emosi para pengunjuk rasa tersebut.

Adapun yang hadir dalam pertemuan di luar gedung dewan itu yakni, Wakil Ketua DPRK, Muhammad Arif dan sejumlah anggota dewan lainya seperti Rusyidi Mukhtar, Hasanuddin Usman, Ismail Adam, Zulfahmi serta Dahlan ZA.

Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Bireuen menggelar demo terkait pengadaan mobil dinas bupati sebesar Rp 1,9 miliar, di depan pintu gerbang Gedung DPRK Bireuen, Senin (8/10).

Komentar

Berita Terbaru