oleh

Ketum SPBI : Umat Islam Jangan Golput

PENANEGERI, Jakarta – Ketua Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Iswadi, M.Pd meminta agar umat Islam pada saat Pemilu 2019 mendatang, bisa menggunakan hak pilihnya sesuai dengan aspirasinya masing-masing.

“Jangan ada yang golput, gunakan hak pilih anda untuk memilih pemimpin yang amanah, beriman, bertakwa dan dapat menjadi pemimpin bagi semua golongan,” sebut Ketua Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Iswadi, M.Pd, Sabtu (10/11).

Ia berharap masyarakat yang telah memiliki hak suaranya untuk tidak menjadi golput dan tetap menggunakan hak pilihnya, karena merekalah yang menentukan siapa yang layak untuk lima tahun kedepan.

“Kita minta masyarakat jangan golput, karena suara anda adalah penentu masa depan bangsa ini. Ayo kita semua datang ke TPS, pada 17 April 2019 nanti. Mari kita laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, untuk memilih,” ajak Tokoh Muda Aceh yang kini menjadi Akademisi di Jakarta.

Mantan Dekan III FKIP Universitas Serambi Mekkah Aceh ini, menyampaikan, kerugian besar bagi masyarakat jika bersikap apatis dan menjadi bagian golput. Pasalnya, suara rakyat adalah yang menentukan maju mundurnya suatu bangsa.

Baca Juga  PPK Peudada Bireuen Lakukan Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan

“Suara rakyatlah yang menentukan, jadi kalau kita tidak memilih pada 17 April 2019 nanti, maka menjadi sebuah kemunduran bagi bangsa kita. Untuk itu kami ingatkan kepada saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air  agar jangan golput,” ucapnya.

Mahasiswa Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta tersebut mengatakan, dalam ajaran Islam golput tidak dianjurkan. Bila seseorang golput karena tidak menyukai atau tidak yakin dengan para calon, artinya orang tersebut telah berburuk sangka terhadap orang lain. Jika masyarakat merasa diantara peserta Pemilu yang diusung Parpol peserta pemilu tersebut tidak ada yang terbaik, maka hendaknya tetap memilih yang diyakini.

Lanjutnya, jika umat Islam ingin mendapatkan pemimpin yang dapat memimpin bangsanya dan mampu menjaga keyakinannya, maka harus ditempuh dengan jalan konstitusional lewat Pemilu, bukan yang lainnya.

“Kita sudah sepakat untuk memilih sistem demokrasi sebagai cara berbangsa dan bernegara, maka Pemilu adalah jalan yang harus kita tempuh suka atau tidak,” tegasnya.

Dirinya berharap, persaingan pada Pemilu 2019 nanti jangan sampai mengganggu kerukunan antar umat beragama dan antar etnis, yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.

Baca Juga  Bukan Daerah Rawan, APDESI Aceh Deklarasi Pemilu Damai

“Kita semua punya kewajiban untuk mengawal dan mengawasi jalannya pilpres agar berjalan bersih dan bebas dari kecurangan,” tambahnya.

Putra kelahiran Pidie Aceh ini berharap para cendekiawan mampu membimbing rakyat dengan intelektualitas agar bisa memilih pemimpin yang benar-benar mendapat simpati rakyat dan mampu menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Seperti apa pun hiruk pikuk kampanye, yang jelas pemenangnya adalah mereka yang dipilih karena paling disenangi oleh masyarakat. Karena itu, para calon harus merebut simpati masyarakat dengan menunjukan bahwa dirinya memang pantas untuk dipilih sebagai pemimpin,” pungkas Iswadi.

Komentar

Berita Terbaru