oleh

Klarifikasi Soal Gaji Guru 31 Juta

PENANEGERI, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pernah mengatakan guru di Jakarta mendapatkan gaji Rp 31 juta, dimana informasinya diperoleh dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Sopan Adrianto, mengatakan gaji yang mendekati Rp 31 juta itu bisa didapat oleh guru yang menjabat kepala sekolah tingkat SMA/SMK di DKI.

Kepala Dinas Pendidikan DKI, Sopan Adrianto mengklarifikasi jumlah nominal itu mendekati perolehan TKD (tunjangan kinerja daerah) oleh guru-guru yang diberi tugas tambahan, seperti yang menjabat sebagai kepala sekolah.

“Itu adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Kepala sekolah itu ya guru juga. Kepala sekolah itu adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Nah, TKD-nya itu memang mendekati. Jadi, bukan Rp 31 juta, tapi mau mendekati,” klarifikasi Sopan di Balaikota DKI, Senin (15/1).

Sopan menjelaskan besaran gaji guru berstatus PNS itu merupakan jumlah maksimal yang diaa dibawa pulang atau take home pay. Tak home pay guru terdiri dari gaji, tunjangan sertifikasi dan tunjangan kinerja daerah selama (TKD).

Baca Juga  Guru Darmawati Divonis Pengadilan Bersalah Karena Kibaskan Mukena ke Siswa

“Ya semua, take home pay. Kalau dihitung-hitung, guru senior, kepala sekolah senior, itu ya mendekati situ. Tapi take home pay ya. Kalau gaji mah semua standar namanya PNS. Tapi yang dimaksud saya itu adalah itu take home pay,” ujarnya.

Pernyataan Wagub DKI Sandiaga Uno tentang guru di DKI Jakarta yang bergaji Rp 31 juta muncul usai dirinya bertemu dengan dua tokoh pendidikan yaitu Nanat Fatah Natsir dan Andi Faisal Bakti, serta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto, juga Sekretaris Susi Nurhati pada Kamis (11/1). Ia menceritakan angka itu bermula saat Nanat dan Faisal mempresentasikan sistem pendidikan di Finlandia.

Menurut Nanat, standar gaji guru di sana sudah mencapai Rp300-400 juta per tahun yang jika dibagi per bulan sekitar Rp30 juta. Sandi kemudian merespons pernyataan Nanat dengan menyatakan gaji dengan angka tersebut sukar diterapkan di Indonesia. Namun, Sopan kemudian menyahut dengan mengatakan DKI Jakarta memiliki guru bergaji Rp 31.000.000.

Pernyataan Sopan inilah yang kemudian disampaikan Sandi kepada awak media di siang hari dan menjadi topik yang menarik.

Baca Juga  Melalui Pendidikan di Tampur Paloh, Sinergi Pertamina EP dan TNI Dukung Nawacita Pemerintah

Namun kemudian Sandiaga mengklarifikasi bahwa angka Rp 31.000.000 itu ia kutip dari Sopan.

“Lho, kita juga ada, Pak, yang segitu. TKD kita ada yang Rp17-19 juta belum ada tambahan sertifikasi, belum tambahan dari macam-macam,” kata Sandi menirukan ucapan Sopan.

“Saya juga pikir terlalu besar, ya. Tapi pada pertemuan tadi ada Pak Kepala Dinas Pendidikan dan Bu Susi Dinas Pendidikan, mereka bilang gaji guru kita sudah segitu,” kata Sandiaga.

Sopan mengatakan guru yang mendapatkan take home pay sebesar itu adalah kepala SMA atau SMK. Dia mengatakan kepala sekolah tersebut mendapatkan uang secara keseluruhan sebesar hampir Rp 31 juta per bulan.

“Itu adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Kepala sekolah itu ya guru juga gitu loh. Kepala sekolah itu adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Nah, TKD-nya itu memang mendekati. Jadi bukan Rp 31 juta, tapi mau mendekati. Itu saja,” terang Sopan.

Ditambahkan Sopan, untuk guru yang tidak menjalankan tambahan take home pay yang didapatkan berada di kisaran belasan juta. “Kalau guru aja rata-rata sekitar Rp 7 juta – Rp 9 juta. Ditambah TKD dan lain-lain mencapai belasan juta,” tandas Sopan. (*)

Komentar

Berita Terbaru