oleh

KPK Tegaskan Tidak Mandeg Tangani Kasus Korupsi Bank Century

PENANEGERI, Jakarta –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penanganan kasus korupsi Bank Century yang telah merugikan negara, terus berjalan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menegaskan akan berhati-hati dalam menangani skandal kasus Bank Century.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menyatakan KPK menangani kasus ini secara hati-hati.

“Menangani dan melakukannya secara hati-hati. Kami lihat secara rinci peran dari aktor-aktor lain yang misalnya diduga bersama-sama mengambil keputusan, itu harus dipilah satu persatu,” terang Febri, Jakarta, Rabu (19/8/2018).

Dalam kasus pemberian dana talangan untuk Bank Century ini, diketahui KPK menduga telah terjadi kerugian negara yang mencapai Rp 7,4 triliun.

Kerugian itu terdiri dari Rp 689,394 miliar terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan Rp 6,762 triliun akibat menetapkan Bank Century sebagai bank gagal serta dapat menimbulkan dampak sistemik.

Pada Februari 2013, KPK menetapkan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulia, sebagai tersangka atas dugaan bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait pemberian FPJP dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Menurut dia, tim khusus dari internal KPK telah dibentuk untuk melanjutkan penanganan kasus ini. KPK akan menanganinya secara hati-hati.

Saat ini, kata dia, KPK terus mendalami dan memilah peran-peran pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini. Ia memandang, proses identifikasi dilakukan guna memastikan pihak mana saja yang memiliki peran.

Intinya, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa mereka tidak berhenti mengusut kasus korupsi Bank Century yang telah merugikan negara hingga Rp 7,4 triliun.

Kerugian negara itu terdiri dari Rp689,394 miliar terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan Rp6,762 triliun akibat menetapkan Bank Century sebagai bank gagal serta dapat menimbulkan dampak sistemik.

Kendati begitu, KPK baru menetapkan satu orang sebagai tersangka yakni mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulia pada tahun 2013 lalu.

Setelah melalui proses pengadilan maka Budi Mulia telah divonis 15 tahun penjara di Lapas Sukamiskin, Bandung. (**)

Komentar

Berita Terbaru