oleh

Konflik di Ghouta Timur dan Afrin di Suriah Akibatkan Penderitaan

PENANEGERI, Internasional- Ribuan orang menderita di tengah kondisi mengerikan di Ghouta timur dan Afrin di Suriah akibat konflik.

Untuk itu, maka Perserikatan Bangsa-Bangsa di Suriah sangat mendesak untuk membantu meredakan situasi bencana bagi puluhan ribu orang yang terkena dampak perang di Ghouta Timur, di luar Damaskus, dan Afrin, di utara.

Setelah melihat langsung keadaan putus asa orang-orang dari Ghouta timur dan Afrin, yang lelah, lapar, trauma dan takut, kami perlu memberi mereka bantuan mendesak,” ujar Ali Al-Za’tari, Koordinator Kemanusiaan PBB di Suriah (UN Resident and Humanitarian Coordinator in Syria), hari Senin (19/3) seperti dirilis oleh situs resmi PBB.

“Warga sipil ini menghadapi kondisi kemanusiaan yang mengerikan,” lanjutnya. “Banyak yang masih terjebak oleh konflik di dalam Ghouta Timur dan Afrin. Semua sangat membutuhkan, ” sambungnya

Pertempuran di kedua tempat itu (Ghouta timur dan Afrin) di Suriah telah membunuh ratusan warga sipil pada bulan lalu dan mengungsikan puluhan ribu orang.

Ketidakamanan dan pertempuran sengit terus membahayakan orang-orang Ghouta Timur, yang oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres telah  digambarkan sebagai “neraka di bumi” saking mengerikannya.

Baca Juga  DK PBB Didesak untuk Selesaikan Konflik di Ghouta Timur

Sebagian besar dari mereka yang diwawancarai memiliki kekurangan kondisi kesehatan, kemungkinan karena tahun kekurangan obat dan perawatan kesehatan.

Sementara itu, hampir 100.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran di Distrik Afrin. Mayoritas, sekitar 75.000 orang, telah melarikan diri ke Tal Refaat dan sisanya ke Nubul, Zahraa dan desa-desa sekitar.

Masuknya orang-orang yang mengungsi secara besar-besaran memberi tekanan pada masyarakat tuan rumah, yang sudah kewalahan. Semua 16 sekolah di Tal Refaat digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi internal, yang mengakibatkan gangguan pendidikan.

Sejak 11 Maret, sekitar 25.000 orang dilaporkan meninggalkan Ghouta Timur dan secara rutin tim PBB telah mengunjungi Dweir, Adra dan Herjelleh di Pedesaan Damaskus di mana mereka berlindung. Semua situs tempat ini memiliki kapasitas yang lebih baik, dengan lebih banyak orang terus datang setiap hari.

“Kami mengajukan permohonan bantuan ke Negara-negara Anggota untuk menyediakan pasokan dan dana yang sangat dibutuhkan,” ujar Ali Al-Za’tari menggarisbawahi.

PBB dan para mitranya, terutama melalui upaya tak kenal lelah dari Bulan Sabit Merah Arab Suriah (Syrian Arab Red Crescent), dimobilisasi sepenuhnya untuk mengirimkan bantuan di tempat.

Baca Juga  PBB Khawatirkan Situasi Konflik yang Meningkat di Ghouta Timur (Eastern Ghouta)

“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk memfasilitasi akses ke semua orang yang membutuhkan; dan untuk melindungi warga sipil, petugas medis, penyedia layanan dan pekerja kemanusiaan, “pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru