oleh

Kontak Senjata dengan KKB, Seorang Personel Brimob Gugur

PENANEGERI, Papua – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melepaskan tembakan pada para anggota Brimob Polda Papua di area Mile 69 Freeport Indonesia, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Satu di antara anggota Brimob bernama Brigpol Firman BKO Tim Khusus Polres Mimika yang ditembak KKB meninggal dunia, Rabu (15/11).

Sedangkan satu rekannya yang juga tertembak yakni Bripka Rumtge Yongky Ateng BKO Tim Khusus Polres Mimika, mengalami luka tembak.

Korban meninggal dunia dalam peristiwa di Mile 69, hari Rabu (15/11) ini bernama Brigpol Firman dengan NRP 89090134 Den B Timika BKO Tim Khusus Polres Mimika. Sedangkan Bripka Rumtge Yongky Ateng dengan NRP 77070696 Den B Timika BKO Tim Khusus Polres Mimika dikabarkan selamat meski mengalami luka tembak.

Brimob
Proses Evakuasi anggota Brimob yang ditembak KKB di Mile 69

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, peristiwa itu terjadi ketika anggota melakukan patroli dan penyelidikan terhadap penembakan mobil Freeport sehari sebelumnya di Mile 69.

“Insiden penembakan itu terjadi pukul 03.50 WIT. Saat itu anggota Brimob yang sedang patroli menelusuri perbukitan di daerah mile 69. Kelompok KKB tiba-tiba menyerang mereka,” tuturnya.

Baca Juga  Seorang Guru Wanita di Papua Dianiaya dan Diperkosa Bergilir oleh KKB

Atas insiden itu, ungkap Kombes Kamal, dua orang personel yang melaksanakan patroli atau penyelidikan tertembak.

“Brigadir Firman gugur dan Bripka Yongky Rumte selamat atas luka tembak pada punggung yang dialaminya,” ujarnya.

Jenazah Brigpol Firman rencananya akan dimakamkan di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (15/11) sore.

Brigpol Firman merupakan korban penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mile 69, area Freeport.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, jenazah Brigpol Firman saat ini sudah berada di rumah duka di Timika dan rencananya akan dimakamkan di sana.

“Rencana sore ini akan dimakamkan di Timika,” ungkap Ahmad Mustofa, Rabu (15/11).

Brigpol Firman meninggalkan seorang istri bernama dr Santalusia Manangsang yang tengah mengandung anak kedua berusia dua bulan dan meninggalkan satu orang putri berusia delapan tahun. (*)

Komentar

Berita Terbaru