oleh

Kontraktor Pertahanan AS dituduh Mata-mata China

PENANEGERI, Desk Internasional- Mantan agen Departemen Luar Negeri Amerika Serikat  dengan tingkat izin ‘rahasia/top secret’ menghadapi hukuman seumur hidup karena diduga menjual informasi kepada pihak intelijen China.

Kevin Mallory  pria berumur 60 tahun, seorang kontraktor pertahanan AS, sekaligus mantan petugas keamanan departemen negara bagian ditangkap oleh pejabat kontra intelijen Amerika dan dituduh memata-matai untuk China.

Terdakwa diduga menjual dokumen rahasia seharga USD $ 25.000 kepada agen intelijen China dalam perjalanan ke Shanghai.

Departemen Kehakiman mengatakan pada hari Kamis (22/6) bahwa Kevin Mallory dari Leesburg, Virginia, diduga menjual dokumen rahasia ke agen intelijen China dalam perjalanan ke Shanghai pada bulan Maret dan April 2017 silam.

Jika terbukti bersalah  Kevin Mallory bisa menghadapi hukuman seumur.

Isi dokumen yang dimaksud tidak diungkapkan namun ditandai sebagai “informasi pertahanan” yang dia dapatkan, dan dijual seharga  USD $ 25.000.

“Tujuan  Anda adalah untuk mendapatkan informasi dan tujuan saya adalah dibayar,” kata Mallory mengatakan kepada agen intelijen China dalam sebuah pesan pada 5 Mei 2017, menurut sebuah dakwaan.

Baca Juga  Li Na : Tenis di China Harus Tumbuh

Kevin Mallory, 60, adalah pembicara bahasa Mandarin yang fasih yang pernah bertugas di Angkatan Darat Amerika Serikat, kemudian menjadi agen khusus untuk dinas keamanan departemen negara bagian, sebelum menjadi kontraktor untuk berbagai instansi pemerintah.

Hingga tahun 2012, dia memiliki tingkat izin “rahasia” di posisi di China, Taiwan, Irak dan Washington DC.

The Washington Post mengatakan bahwa Mallory telah bekerja untuk CIA.

Kevin Mallory dari Leesburg, Virginia, diduga menjual dokumen rahasia ke agen intelijen China dalam perjalanan ke Shanghai pada bulan Maret dan April 2017 -foto LinkedIn

Surat dakwaan tersebut mengatakan bahwa dia melakukan kontak melalui media sosial pada bulan Februari dengan seorang “perekrut” China yang membantu mengatur perjalanan bulan depan ke Shanghai untuk bertemu dengan pejabat intelijen.

Dikatakan bahwa mereka bekerja di bawah kedok ilmuwan dengan Akademi Ilmu Sosial Shanghai, menurut dakwaan tersebut.

Mereka melatihnya dengan menggunakan alat komunikasi khusus yang, ketika diperiksa oleh penyidik, menunjukkan bahwa Mallory berencana untuk menyerahkan lebih banyak dokumen.

Mallory didakwa memberikan informasi pertahanan kepada pemerintah asing dan dengan membuat pernyataan palsu kepada agen FBI. (*)

Komentar

Berita Terbaru