oleh

Korban Ledakan Bom Truk di Somalia 231 Orang Tewas

PENANEGERI, Desk Internasional – Pemerintah Somalia telah mengumumkan tiga hari masa berkabung setelah tragedi ledakan Bom Truk di Mogadishu, Somalia yang terjadi hari Sabtu (14/10).

Korban tewas akibat ledakan bom truk pada Sabtu (14/10) di ibukota Somalia, Mogadishu, telah melonjak menjadi 231 orang, menurut polisi dan sumber medis.

Sedikitnya 275 orang juga terluka dalam ledakan kuat di persimpangan jalan yang sibuk, yang meratakan rumah dan area bisnis terdekat serta seketika mengubah kendaraan menjadi bangkai yang terbakar.

Perwira polisi senior Ali Hassan Kulmiye pada hari Minggu (15/10) bersama Direktur Rumah Sakit Madina Mohamed Yusuf mengkonfirmasi ke Kantor Berita DPA, menghitung 221 orang tewas dan pejabat di Rumah Sakit Erdogan mengatakan bahwa ada 10 korban tewas lainnya dari ledakan tersebut.

Kantor berita The Associated Press juga mengutip keterangan Senator Abshir Abdi Ahmed juga memberikan keterangan bahwa korban tewas telah mencapai 231 jiwa, menurut dokter di rumah sakit yang dia kunjungi di Mogadishu pada hari Minggu (15/10).

Banyak mayat di kamar mayat rumah sakit belum diidentifikasi, tambahnya.

Sebelumnya pada hari itu, Abdulkadir Abdirahman, direktur layanan ambulans kota tersebut, mengatakan kepada Kantor Berita Al Jazeera bahwa setidaknya 85 orang tewas dalam serangan tersebut, memperingatkan bahwa jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.

Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed Farmaajo pada hari Minggu (15/10) mengumumkan tiga hari berkabung nasional setelah serangan tersebut.

“Kami akan mengamati tiga hari berkabung untuk korban yang tidak bersalah, bendera akan diterbangkan setengah tiang Waktu untuk bersatu dan berdoa bersama Terror tidak akan menang,” kata Mohamed dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter resmi kepresidenan pada hari Minggu (15/10).

Presiden Somalia juga mendesak warga untuk membantu mereka yang terkena dampak serangan tersebut.

“Saya meminta warga negara untuk turut serta memberikan bantuan, menyumbangkan darah dan menghibur orang yang berduka. Mari kita selesaikan ini bersama,” kata Mohamed.

Ledakan tersebut, yang digambarkan oleh warga Mogadishu sebagai yang paling kuat yang pernah mereka saksikan selama bertahun-tahun, juga menyebabkan puluhan orang terluka.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Layanan darurat dilipat terlalu banyak dan bekerja sampai larut malam saat mereka mencoba menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bangunan yang hancur.

Walikota meminta penduduk untuk menyumbangkan darah saat rumah sakit kehabisan darah.

“Saya meminta orang-orang Somalia untuk mengunjungi rumah sakit kota dan menyumbangkan darah. Tolong, datang untuk menyelamatkan saudara-saudara Anda,” ujar Thabit Abdi Mohammed, mengatakan kepada wartawan setelah menyumbangkan darah di sebuah rumah sakit setempat.

Serangan tersebut terjadi 48 jam setelah menteri pertahanan dan panglima militer negara tersebut mengundurkan diri dari jabatan mereka tanpa penjelasan.

PBB Kutuk Serangan Bom Truk

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres pada Hari Minggu (15/10) sangat mengutuk serangan tersebut, dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang berduka, serta keinginannya untuk segera sembuh terhadap orang-orang yang terluka.

Sekjen PBB juga memuji aksi cepat tanggap para warga penduduk ibukota Somalia, Mogadishu, yang secara swadaya langsung mobilisasi untuk membantu korban serangan bom terburuk di Somalia itu.

Dalam sebuah pernyataan dari juru bicaranya, Sekretaris Jenderal mendesak semua orang Somalia “untuk bersatu dalam perang melawan terorisme dan ekstremisme kekerasan dan bekerja sama dalam membangun sebuah negara federal yang fungsional dan inklusif.”

Perwakilan Khusus Sekretaris Jendral di Somalia, Michael Keating hari Minggu (15/10) juga mengatakan bahwa Misi PBB dan Uni Afrika di Somalia (AMISOM -UN and the African Union Mission in Somalia) bekerja sama untuk mendukung Pemerintah Federal Somalia dan pemerintah daerah, termasuk penyediaan dukungan logistik, perlengkapan medis dan keahlian setelah terjadinya pemboman tersebut.

“Masyarakat internasional akan melakukan segala kemungkinan untuk membantu rakyat dan pemerintah Somalia mengatasi tragedi ini,” katanya.

Menurut laporan media, sebuah bom mobil besar diledakkan di luar pintu masuk sebuah hotel di persimpangan K5 kota, yang merupakan kawasan pusat  bisnis, kantor pemerintah, hotel dan restoran.

Kemudian pada hari itu juga, sebuah bom kedua dilaporkan terjadi di distrik Madina di kota tersebut. (*)

Komentar

Berita Terbaru