oleh

Korea Utara Gunakan Truk Buatan China dalam Peluncuran Rudal ICBM Pertamanya

PENANEGERI, Desk Internasional- Jika dilihat pada foto di atas, maka tampaklah rudal balistik antar benua (Intercontinental Ballistic Missile-ICBM) jenis Hwasong-14 yang terlihat dalam foto bertanggal 4 Juli 2017 yang dirilis oleh Kantor Berita Korea Utara (Korean Central News Agency-KCNA) di Pyongyang, Korut, Selasa (4/7).

Korea Utara terlihat menggunakan truk buatan China yang kemungkinan semula dijual untuk mengangkut kayu, untuk mengangkut dan memasang rudal balistik yang berhasil diluncurkan pada hari Selasa (4/7).

Peluncuran ICBM (Intercontinental Ballistic Missile) pertama Korut ini seakan menanggapi tantangan Dunia Barat yang ingin menerapkan sanksi untuk Korut dan mengekang program senjatanya.

Televisi pemerintah Korea Utara menunjukkan sebuah truk besar yang dicat warna kamuflase militer yang membawa rudal tersebut.Kendaraan itu identik dengan kemungkinan besar ‘dikonversi’ dari truk kayu Cina.

Sejak tahun 2006, sanksi PBB melarang pengiriman perangkat keras militer ke Korea Utara. Tapi kontrol peralatan dan kendaraan yang dapat memiliki aplikasi militer dan sipil (dual-use) kurang ketat.

Kendaraan tersebut diimpor dari China dan diumumkan untuk penggunaan sipil oleh kementerian luar negeri Korea Utara, menurut sebuah laporan tahun 2013 oleh panel PBB seperti dikutip oleh Kantor Berita Reuters, Selasa (4/7).

Baca Juga  AS Desak China Berbuat lebih Banyak untuk Kendalikan Korea Utara

Peluncuran rudal ICBM pertama Korut hari Selasa (4/7) adalah pertama kalinya truk tersebut terlihat dalam operasi lapangan militer dalam gambar yang dipublikasikan di media pemerintah. Korut-KCNA

China, mitra dagang terbesar Korea Utara dan satu-satunya sekutu utamanya, mendapat tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengatakan bahwa upaya China untuk mengendalikan program senjata Korea Utara telah gagal.

Truk tersebut sebelumnya telah dipamerkan di parade militer pada tahun 2012 dan pada tahun 2013 membawa apa yang para ahli katakan sebagai model perkembangan atau tiruan rudal balistik antarbenua Korea Utara.

Gambar di televisi pemerintah Korea Utara menunjukkan tentara yang bekerja di kendaraan yang dipasang dengan rudal, yang kemudian dipasang dan di-load menjelang peluncuran di lokasi di lereng bukit.

Pemimpin Kim Jong Un mengawasi tes tersebut.

Transporter-erector-launcher (TEL) adalah kendaraan yang dirancang untuk memindahkan rudal balistik agar berdiri tegak lurus, memungkinkan sistem bergerak yang membuat pengawasan sulit bagi satelit mata-mata.

Dalam laporan 2013, panel ahli  PBB mengatakan bahwa fitur kendaraan dalam parade 2012 sama persis dengan kendaraan yang dijual oleh Perusahaan Kendaraan Khusus China Hubei Sanjiang Space Wanshan.

Baca Juga  Korea Utara: Perang Nuklir Dapat Terjadi Kapan Saja

Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari China Aerospace Science and Industry Corp, perusahaan milik negara yang membuat roket Shenzhou serta rudal.

Tahun ini, Korea Utara menggunakan model truk buatan China lainnya untuk menarik rudal balistik jenis Submarine-Launched Ballistic Missile (SLBM) atau rudal kapal selam pada sebuah pawai militer pada peringatan 105 tahun kelahiran pendiri negara Kim Il Sung atau Pawai Hari Matahari.

Tahun lalu, media pemerintah menerbitkan foto yang menunjukkan bahwa truk buatan China digunakan dalam sistem artileri mobile roket Korea Utara yang baru.

Kedua kendaraan tersebut menunjukkan logo tersebut atau memiliki tanda khusus pada perusahaan China, Sinotruk.
Seorang pejabat penjualan Sinotruk mengatakan pada bulan April bahwa dia tidak mengetahui truk perusahaan tersebut digunakan dalam parade militer.

Media pemerintah Korea Utara sebelumnya telah merilis gambar chassis dan kabin Sinotruk yang terkait dengan konstruksi atau pertambangan.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada hari Selasa (4/7), tak lama setelah peluncuran ICBM pertama Korut, bahwa hal itu bertentangan dengan peraturan terhadap pelanggaran Korea Utara yang diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga  Jepang Peringatkan Warganya, Antisipasi Krisis Korea Utara

China bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini dan mendesak semua pihak untuk bisa saling bertemu. (*)

Komentar

Berita Terbaru