oleh

Korea Utara Luncurkan tes misil, Trump Serukan sanksi yang lebih keras

PENANEGERI- Desk Internasional- Gedung Putih mengatakan tes rudal balistik terbaru yang dilakukan pihak Korea Utara harus menjadi seruan untuk mendapatkan sanksi yang lebih kuat terhadap Pyongyang.

Korea Utara seakan menantang terang-terangan Amerika dan sekutunya dengan uji coba rudal baru Korea Utara.
Presiden AS Donald Trump telah meminta sanksi lebih keras terhadap Korea Utara setelah melakukan uji coba rudal balistik pada hari Minggu (14/5).

Rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Kusong, sebelah barat laut Pyongyang, di mana Korea Utara, pada bulan Februari, berhasil menguji coba meluncurkan rudal jarak menengah.

“Biarlah provokasi terbaru ini menjadi seruan bagi semua negara untuk menerapkan sanksi yang jauh lebih kuat terhadap Korea Utara,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan singkat.

Korea Utara mengatakan bahwa rudal yang diluncurkan akhir pekan ini adalah jenis baru dari roket balistik jarak jauh yang dapat membawa hulu ledak nuklir yang berat.

Jika dikonfirmasi, klaim tersebut menandai sebuah langkah maju yang besar dalam upaya peningkatan negara tersebut untuk mengunggulkan rudal berujung nuklir yang mampu mencapai daratan AS.

Baca Juga  Korut Terus Peringatkan Amerika Serikat dan Sekutunya

Ahli luar negeri tidak percaya Korea Utara dapat melakukannya, namun setiap tes baru mengindikasikan kemampuan militer Korea Utara yang sangat signifikan.

Peluncuran pada hari Minggu merupakan tantangan langsung bagi pemimpin baru Korea Selatan, dari liberal yang terpilih hanya lima hari sebelumnya yang menyatakan keinginannya untuk diplomasi dengan Korea Utara.

Dorongan negara untuk meningkatkan program persenjataannya juga menjadikannya salah satu kekhawatiran kebijakan luar negeri Trump yang paling mendesak.

Rudal tersebut terbang selama setengah jam dan mencapai ketinggian yang luar biasa tinggi sebelum mendarat di Laut Jepang, kata militer Korea Selatan, Jepang dan AS. Tokyo mengatakan pola penerbangan bisa mengindikasikan jenis rudal baru.

Gedung Putih mengatakan, menambahkan bahwa Korea Utara “telah menjadi ancaman yang mencolok terlalu lama”.
Proyektil rudal Korea Utara itu terbang lebih dari 700 km sebelum mendarat di Laut Jepang.

Kementerian pertahanan Rusia kemudian mengatakan bahwa rudal itu mendarat sekitar 500 km dari perbatasannya dan tidak menimbulkan ancaman. (*)

Komentar

Berita Terbaru